
BOGOR TODAY – Memilih menjadi pelaku usaha memanglah tidak menjadi suatu keputuÂsan yang berani diambil oleh semua orang. TerÂkadang, kita masih takut akan kerugian yang akan dialami. Ketakutan itu memanglah tak sepenuhnya salah, tetapi jika yakin pada diri sendiri dan tekun menjalankannya maka keraÂguan dan ketakutan itu pasti akan terpatahkan.
Demikianlah yang diungkapkan oleh Irfan Rosidin, penjual Batagor Ianz yang berjualan di Jalan Achmad Sobana depan SDN BantarÂjati 5 Bogor. Keputusannya menjadi pelaku usaha sudah dilakukannya kurang lebih seÂlama empat tahun.
“Awalnya saya menjadi supir angkot. Lama kelamaan saya berpikir, kenapa saya mesti kerja di tempat orang, kenapa saya tidak membuat kaya diri sendiri saja. Dari pemikiÂran itulah saya mulai tergerak untuk mencoba menjajal usaha sendiri,†terang Irfan.
Irfan bercerita, memilih usaha jajanan batagor sebagai ladang usahanya pun memÂbutuhkan waktu satu bulan dalam meracik bumbu serta membuat batagor dengan rasa yang pas. “Saya coba-coba sendiri membuat batagor, akhirnya bisa. Setelah yakin barulah saya menjual di tempat ini,†ucapnya.
Tak bisa dimungkiri, jajanan batagor pun menjadi salah satu jajanan yang laris dan masih diminati baik untuk anak-anak hingga dewasa. Apalagi, lokasi yang strategis dan raÂmai membuat usaha yang dirintisnya ini terus laris dan mendapatkan keuntungan setiap harinya. “Dari awal saya berjualan di sini. AlÂhamdulillah ramai, tapi memang untuk keunÂtungan per harinya tak menentu,†ujarnya.
Modal awal yang dibutuhkan Irfan saat memulai usahanya ini menghabiskan dana hingga Rp 3 juta. Dana yang dikeluarkan itu meliputi gerobak, alat penggorengan, dan baÂhan-bahan lainnya. Dengan demikian, dalam per harinya keuntungan yang diambil bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.
“Jika sedang laris, biasanya penjualan toÂtal sehari bisa mencapai lebih dari 400 ribu,†paparnya.
Menjadi pelaku usaha kecil sungguh dinikmati oleh Irfan. Secara bebas Irfan bisa menjadi ‘bos’ untuk dirinya sendiri sehingga memacu Irfan untuk menjadi pelaku usaha yang lebih baik lagi. “Saya lebih senang menÂjadi seperti ini. Ibaratnya bebas, mau jualan kapan saja pun tak ada yang mengatur. TingÂgal tanggung jawab saja dengan apa yang dilakukan,†ujar Irfan tersenyum. (Winda Herviana/ed:Mina)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















