Perpanjangan Lelang RSUD Disayangkan

RSUD-foto-KOZERBOGOR TODAY – Proses le­lang revitalisasi RSUD Kota Bogor dengan nilai anggaran sebesar Rp 64 miliar yang beberapa waktu lalu masuk tahap verifikasi terus bergu­lir. Sejumlah pihak menyay­angkan ULP Kota Bogor atas kebijakan penjadwalan ulang proses verifikasi peserta.

Ketua Sekber Jasa Kontruksi Kota Bogor Andre Indradi menegaskan, ULP seharusnya saat itu memilih langkah gagal lelang, bukan tiba-tiba memperpanjang waktu verifikasi.

“Baru pertama kali dalam sejarah proses verifi­kasi yang wajib dihadiri oleh peserta tepat waktu, diundur karena alasan tidak masuk akal. Terlebih, tidak terjadi apa-apa, yang ada karena salah satu peserta terlambat datang. Seharusnya jika telat datang saat verifikasi diang­gap gagal lelang. Dan ane­hnya, proses dilakukan di luar jam kerja petugas ULP, yakni pukul 20:00 malam hingga pukul 22:00 dan tiba-tiba ban­yak aparat, jadi proses ini su­dah jelas sangat dipaksakan,” tegas Andre, kemarin.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

Andre menambah­kan, berdasar pengalaman proses verifikasi peserta lelang tidak pernah dimundurkan kecuali dalam keadaan huru-hara. “Jelas ini karena PT Adhi Karya telat datang, kemudian proses dimundurkan. Jadi wa­jar kalau diduga seperti ada pengkondisian,” tandas An­dre.

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Andre meminta semua pihak terkait kembali melihat aturan yang berlaku. Pihaknya juga menyesalkan tidak transparansinya panitia lelang tentang jumlah peserta dan nama-nama pesertanya. “Biasanya nama perusahaan yang ikut lelang dipajang oleh ULP tapi ini tidak. Jelas men­jadi pertanyaan besar bagi kami,” tambah Andre.(Yuska Apitya|ed:Mina)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================