RSUD-foto-KOZERBOGOR TODAY – Proses le­lang revitalisasi RSUD Kota Bogor dengan nilai anggaran sebesar Rp 64 miliar yang beberapa waktu lalu masuk tahap verifikasi terus bergu­lir. Sejumlah pihak menyay­angkan ULP Kota Bogor atas kebijakan penjadwalan ulang proses verifikasi peserta.

Ketua Sekber Jasa Kontruksi Kota Bogor Andre Indradi menegaskan, ULP seharusnya saat itu memilih langkah gagal lelang, bukan tiba-tiba memperpanjang waktu verifikasi.

“Baru pertama kali dalam sejarah proses verifi­kasi yang wajib dihadiri oleh peserta tepat waktu, diundur karena alasan tidak masuk akal. Terlebih, tidak terjadi apa-apa, yang ada karena salah satu peserta terlambat datang. Seharusnya jika telat datang saat verifikasi diang­gap gagal lelang. Dan ane­hnya, proses dilakukan di luar jam kerja petugas ULP, yakni pukul 20:00 malam hingga pukul 22:00 dan tiba-tiba ban­yak aparat, jadi proses ini su­dah jelas sangat dipaksakan,” tegas Andre, kemarin.

BACA JUGA :  Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bogor, Minggu 19 Mei 2024

Andre menambah­kan, berdasar pengalaman proses verifikasi peserta lelang tidak pernah dimundurkan kecuali dalam keadaan huru-hara. “Jelas ini karena PT Adhi Karya telat datang, kemudian proses dimundurkan. Jadi wa­jar kalau diduga seperti ada pengkondisian,” tandas An­dre.

BACA JUGA :  Diakui Wisatawan, Sahira Hotels Group Bogor Raih Tripadvisor Travelers' Choice Awards 2024

Andre meminta semua pihak terkait kembali melihat aturan yang berlaku. Pihaknya juga menyesalkan tidak transparansinya panitia lelang tentang jumlah peserta dan nama-nama pesertanya. “Biasanya nama perusahaan yang ikut lelang dipajang oleh ULP tapi ini tidak. Jelas men­jadi pertanyaan besar bagi kami,” tambah Andre.(Yuska Apitya|ed:Mina)

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================