
Pada kesempatan itu, Tirta mengatakan, BI akan terus mencerÂmati potensi risiko yang mungkin muncul terhadap perekonomian Indonesia dan telah mempersiapÂkan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan. “Selain itu, Bank Indonesia juga terus mempererat kerjasama dengan Pemerintah, OJK, dan LPS, maupun dengan otoritas bank sentral negara lain untuk menÂjaga stabilitas sistem keuangan nasiÂonal,†jelas Tirta.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat ada dana asing yang masuk ke Indonesia sebanyak US$ 554 juta (Rp 7,2 triliun) dalam sepeÂkan. Jumlahnya paling banyak maÂsuk pada hari Jumat pekan lalu.
Menurut Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Nanang Hendarsyah, pada hari JuÂmat ada dana asing masuk US$ 113 juta (Rp 1,4 triliun). Masuknya dana asing ini bertepatan dengan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (BritÂain Exit/Brexit). “Ini yang membukÂtikan orang (investor) masih mau masuk ke Indonesia. Ditambah lah lagi kebetulan ada lelang SBN (Surat Berharga Negara) tanggal 21, makanÂya sekarang rupiah menguat,†jelasÂnya di kantornya, Selasa (28/6/2016).
Nilai tukar dolar Amerika SeriÂkat (AS) hari bergerak melemah terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut menyentuh level terÂendahnya hari ini di Rp 13.100.
“Intervensi BI memang tidak terÂlalu besar. Karena banyak sekali inÂflow. Jadi kita nggak terlalu khawatÂir,†ucapnya.(Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















