30 Gubernur Bank Dunia Berunding

Pada kesempatan itu, Tirta mengatakan, BI akan terus mencer­mati potensi risiko yang mungkin muncul terhadap perekonomian Indonesia dan telah mempersiap­kan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan. “Selain itu, Bank Indonesia juga terus mempererat kerjasama dengan Pemerintah, OJK, dan LPS, maupun dengan otoritas bank sentral negara lain untuk men­jaga stabilitas sistem keuangan nasi­onal,” jelas Tirta.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat ada dana asing yang masuk ke Indonesia sebanyak US$ 554 juta (Rp 7,2 triliun) dalam sepe­kan. Jumlahnya paling banyak ma­suk pada hari Jumat pekan lalu.

Menurut Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Nanang Hendarsyah, pada hari Ju­mat ada dana asing masuk US$ 113 juta (Rp 1,4 triliun). Masuknya dana asing ini bertepatan dengan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (Brit­ain Exit/Brexit). “Ini yang membuk­tikan orang (investor) masih mau masuk ke Indonesia. Ditambah lah lagi kebetulan ada lelang SBN (Surat Berharga Negara) tanggal 21, makan­ya sekarang rupiah menguat,” jelas­nya di kantornya, Selasa (28/6/2016).

Nilai tukar dolar Amerika Seri­kat (AS) hari bergerak melemah terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut menyentuh level ter­endahnya hari ini di Rp 13.100.

“Intervensi BI memang tidak ter­lalu besar. Karena banyak sekali in­flow. Jadi kita nggak terlalu khawat­ir,” ucapnya.(Yuska Apitya/dtk)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================