Amal Produktif

Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan kita tidak selektif dalam berucap dan ber­tindak. Kita sering melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Menghibur diri itu bo­leh dan perlu, tapi jika lebih dari cukup, itu sudah termasuk tak bernilai. Bergurau antar teman itu juga diijinkan untuk mengu­rangi ketegangan, tapi jika lebih dari cukup, maka itu termasuk tidak bernilai, bahkan seringkali menjadi sumber permusuhan. Apalagi sampai hanyut dalam gurauan yang berbau porno­grafi.

Al-Fasyani berpesan, ”Si­bukkan dirimu dengan hal-hal yang berguna dan berpahala. Setan amat senang jika Anda menyia-nyiakan usia. Setan tahu bahwa setiap tarikan na­fas dalam hidup ini amat mahal harganya. Muslim yang bijak­sana akan menggunakan setiap detik usianya untuk mencari bekal menuju di akhirat.”

BACA JUGA :  PANCASILA ITU BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Setiap muslim harus men­jauhi perkataan yang tidak baik. Jika tidak hati-hati, bisa saja orang mengalami penderi­taan beruntun di akhirat hanya karena satu kata yang pernah di­ucapkannya. Ibnu Umar ra ber­kata, ”Jangan memperbanyak bicara kecuali yang bisa mendo­rong ingatan kepada Allah. Jika tidak, hatimu akan membatu dan anda terjauh dari Allah.”

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Ketinggian iman seseorang ditentukan sikap selektifnya ter­hadap segala ucapan dan tinda­kan. Ucapkan dan kerjakan han­ya yang benar-benar penting. Tinggalkan yang tidak seberapa penting, sekalipun diperbole­hkan agama, apalagi tidak ada gunanya sama sekali. Jadilah muslim yang beramal selektif dan produktif. Wallahu’alam

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================