
Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan kita tidak selektif dalam berucap dan berÂtindak. Kita sering melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Menghibur diri itu boÂleh dan perlu, tapi jika lebih dari cukup, itu sudah termasuk tak bernilai. Bergurau antar teman itu juga diijinkan untuk menguÂrangi ketegangan, tapi jika lebih dari cukup, maka itu termasuk tidak bernilai, bahkan seringkali menjadi sumber permusuhan. Apalagi sampai hanyut dalam gurauan yang berbau pornoÂgrafi.
Al-Fasyani berpesan, â€SiÂbukkan dirimu dengan hal-hal yang berguna dan berpahala. Setan amat senang jika Anda menyia-nyiakan usia. Setan tahu bahwa setiap tarikan naÂfas dalam hidup ini amat mahal harganya. Muslim yang bijakÂsana akan menggunakan setiap detik usianya untuk mencari bekal menuju di akhirat.â€
Setiap muslim harus menÂjauhi perkataan yang tidak baik. Jika tidak hati-hati, bisa saja orang mengalami penderiÂtaan beruntun di akhirat hanya karena satu kata yang pernah diÂucapkannya. Ibnu Umar ra berÂkata, â€Jangan memperbanyak bicara kecuali yang bisa mendoÂrong ingatan kepada Allah. Jika tidak, hatimu akan membatu dan anda terjauh dari Allah.â€
Ketinggian iman seseorang ditentukan sikap selektifnya terÂhadap segala ucapan dan tindaÂkan. Ucapkan dan kerjakan hanÂya yang benar-benar penting. Tinggalkan yang tidak seberapa penting, sekalipun diperboleÂhkan agama, apalagi tidak ada gunanya sama sekali. Jadilah muslim yang beramal selektif dan produktif. Wallahu’alam
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














