TILANG-(Net)BOGOR TODAY – Dalam Operasi Patuh Lodaya 2016, Kepolisian Bogor Kota berha­sil menilang sebanyak 6.176 kendaraan bermotor, operasi ini berlangsung selama dua pekan terhitung mulai 16 Mei hingga 29 Mei 2016 lalu.

Kasat Lantas Polres Bogor Kota, AKP Irwandi mengaku, pelanggar sepeda motor ma­sih mendominasi jumlah pelanggar lalu lintas pada Op­erasi Patuh Lodaya 2016.

Tercatat selama operasi tersebut, petugas menjaring 5.144 pengendara sepeda mo­tor dan 1.027 orang Penge­mudi mobil/angkot/bus yang melanggar aturan.

“Memang sepeda motor menjadi salah satu target op­erasi, karena ternyata pelang­garan pengendara sepeda motor berkolerasi dengan jumlah kecelakaan yang terjadi di Indonesia,” kata Irawandi.

Meski Operasi Patuh Loda­ya bersifat parsial dan hanya berdasarkan pada tilang, tapi dapat dijadikan tolak ukur bahwa kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lin­tas masih dirasa labil.

Pasalnya, masyarakat cen­derung patuh ketika ada petu­gas yang berjaga di lapangan, dan acuh terhadap peraturan ketika tidak ada petugas.

“Sejauh ini operasi yang dilaksanakan di Kota Bogor dinilai berhasil dengan in­dikator jumlah kecelakaan lalu lintas yang turun dari dua minggu sebelum operasi ataupun pada pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2016,” tambahnya.

Irawandi berharap meski Operasi Patuh Lodaya sudah berakhir, warga Kota Bogor tetap mentaati peraturan lalu lintas untuk kepentingan dan keselamatan diri pribadi dan orang lainselama berkendara di jalan raya.

“Kami berharap Operasi Patuh Lodaya 2016 ini dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar lalu lintas dapat berkendara dengan ter­tib sehingga tercipta situasi yang aman, selamat dan lan­car,” pungkasnya. (Abdul Kadir Basalamah)