Tawuran SOTR Pelajar Dinilai Generasi Muda Gagal

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sanksi tegas yang akan di­berikan kepada pelajar atau sekolah yang terlibat tawuran dan perilaku menyimpang lainnya. Salah satunya pemberhentian siswa yang terlibat. Namun, sejumlah sekolah yang hadir sepakat meminta walikota meninjau kembali dengan memper­timbangan masukan, kegiatan dan program yang sudah dilaksanakan sekolah dalam menangkal penyim­pangan perilaku pelajarnya.

Setiap sekolah menyatakan telah melakukan pemetaan potensi penyimpangan para pelajar. Selain itu juga, sudah menyampaikan in­struksi serta imbauan Pemkot Bo­gor terkait larangan SOTR.

BACA JUGA :  Kemendikdasmen Gandeng SEAMEO BIOTROP Latih Guru SLB Se-Indonesia Kuasai Urban Farming

Tawuran yang terjadi di luar perkiraan sekolah karena berlang­sung saat hari libur sekolah dan ten­gah malam yang di luar tanggung jawab sekolah. Peran orangtua se­harusnya lebih ditingkatkan dalam memantau pergaulan anak di luar sekolah.

Dalam pertemuan tersebut dis­epakati kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi dan proses penga­jaran yang dilaksanakan sekolah harus bersinergi dengan orang­tua siswa.“Pemkot Bogor beserta Polres Kota dan dan Kodim serta pemangku kepentingan lainnya akan lebih keras menindak kenaka­lan remaja, terutama dalam pereda­ran minuman keras dan narkoba,” kata Bima.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

Bima menambahkan, peran ke­luarga sebagai benteng utama ha­rus dioptimalkan dengan mencoba metode pendidikan orangtua teru­tama bagi orangtua yang berma­salah. (Latifa/NET/ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================