
Ia berdalih, turunnya penÂerimaan CHT disebabkan oleh kenaikan cukai rokok yang muÂlai berlaku per 1 Januari 2016. Selain itu, lanjutnya, pelunasan pita cukai yang wajib dipesan seÂbelum 31 Desember 2015 juga tuÂrut mengurangi potensi peneriÂmaan dari ‘pajak dosa’ tersebut.
Sementara itu, realisasi cuÂkai minuman mengandung etil alkohol justru naik 30,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,26 triliun. Hal serupa juga terjadi pada realisasi penerimaan cuÂkai etil alkohol yang naik 10,64 persen dibandingkan Januari- Juni 2015, Rp79,23 miliar.
Kendati demikian, Heru tetap optimistis penerimaan cuÂkai tahun ini akan sesuai target karena biasanya terjadi lonjakan pada akhir tahun.
Untuk kepabeanan, DJBC mencatat penerimaan bea masÂuk sebesar Rp16,01 triliun pada semester I 2016 atau 48,12 persÂen dari target Rp33,37 triliun. Sementara, bea keluar tercatat sebesar Rp1,29 triliun atau 54,23 persen dari target Rp 2,5 triliun.
Secara keseluruhan, peneriÂmaan bea dan cukai Januari-Juni 2016 tercatat sebesar Rp61,13 triliun atau 33,23 persen dari target Rp183,96 triliun di APBNP 2016.(Yuska Apitya/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















