
Selain mengakomodir transÂportasi, Kota Baru ini dibangun untuk menjawab kebutuhan rumah di wilayah perbatasan kedua provinsi, Jawa Barat dan Banten. Rencananya, di kota baru ini akan disediakan pula rumah bersubsidi dengan konÂsep pengembangan kawasan berimbang (1:2:3) atau satu ruÂmah mewah, dua rumah meÂnengah dan tiga rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Badan Perencanaan PembanÂgunan (Bappeda) Kabupaten Bogor, Ajat Jatnika menjelaskan, perbatasan Bumi Tegar Beriman bukan lagi sebagai ‘dapur’ yang selalu dibelakang, namun akan diubah menjadi yang terdepan.
“Selama ini, daerah pingÂgiran seolah tak terjamah. SepÂerti kasus Bojongkulur, maka mindset akan dirubah menjadi, setidaknya sama dalam hal inÂfrastruktur dengan daerah-daeÂrah tetangga,†kata Ajar, Senin (30/5/2016).
Ia pun tak menampik jika wilayah perbatasan tak terjamah lantaran skala prioritas pembanÂgunan di Bumi Tegar Beriman yang belum mengarah untuk pembenahan perbatasan. Ke deÂpannya, kata Ajat, pembenahan perbatasan bakal menjadi skala prioritas utama.
“Kan selama ini terbentur dengan skala prioritas. Mana dulu nih yang mau dibenahi, cuma itu kan sebenarnya masalahnya, karena tetap harus bertahap dibenahinya. Kalau fokus di satu titik, yang lainnya nanti iri. Makanya, kita masukÂkan dalam revisi RPJMD dan RPJPD sebagai skala prioritas,†tukasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














