Maaf Jonan Soal Teledor Kemacetan

Kemacetan yang terjadi di ruas jalan Brebes-Tegal me­mang menjadi catatan hitam bagi pelaksanaan mudik tahun ini. Kemacetan yang disebab­kan tersendatnya arus kend­araan di pintu keluar tol Brebes Timur (akrab disebut “Brexit”) ini menyebabkan antrian mobil yang mengular hingga 20 kilom­eter. Akibatnya, terdapat korban meninggal dunia yang berjum­lah belasan orang.

Pada konferensi pers yang digelar di Posko Mudik Terpadu Kementerian Perhubungan ini, Jonan membeberkan evaluasi pelaksanaan mudik lebaran ta­hun 2016. Konferensi pers hari ini juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Peruma­han Rakyat, Basuki Hadimul­jono, para Dirjen kementerian Perhubungan, serta perwakilan Koorlantas Polri, Mabes TNI, dan BMKG.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelaskan inti kemacetan panjang di pintu kel­uar tol Brebes Timur berasal dari ruas jalan di luar tol yang cend­erung lebih sempit. “Kemacetan bukan di ruas tol, tapi dampa­knya ke tol,” ujarnya.

Basuki mengaku prihatin dengan kejadian yang memakan korban hingga 12 orang mening­gal dunia karena antrean men­gular hingga 18 kilometer dan memakan waktu lebih dari 24 jam. “Semua prihatin dengan kejadian ini,” katanya.

Namun, Kepala Badan Peng­atur Jalan Tol (BPJT) Kemente­rian PU-PR Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan secara umum di ruas tol Jasa Marga mengalami penurunan hingga 4,5 persen pada masa Lebaran 2016. “Palimanan ada pening­katan, perbandingan volume tahun lalu dengan sekarang tidak terlalu berbeda,” im­buhnya.(Yuska Apitya/dtk)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================