Revitalisasi RSUD Telan Rp 60,2 Miliar

Dewi mengakui, selama pembangunan, Managemen Konstruksi (MK) akan men­gawasi semua kualitas dari pada pembangunan dan wak­tu pembangunan itu yang in­cash. Ia meyakini, gedung ta­hap satu itu pun sudah dapat dipergunakan pada Maret 2017 mendatang.

Selain itu pihaknya juga sudah merancang dampak pembangunan sejak enam bulan yang lalu. Rencana re­lokasi sudah dipersiapkan sehingga pelayanan tidak terganggu. “Bisa dilihat juga awal pemancangan tadi tidak menimbulkan suatu kebisin­gan karena mereka bekerja 24 jam dengan tukang se­banyak 400 orang karena mengejar waktu 5,5 bulan,” tandasnya.

Dewi mengatakan, meng­gunakan anggaran Rp60,2 miliar itu pun untuk mem­bangun tiga lantai termasuk untuk AC dan Lift. “Setelah se­luruh bangunan dengan taha­pan tiga tahun, akan tersedia tempat tidur sebanyak 500 tempat tidur. Sedangkan un­tuk pembangunan tahap satu hanya akan bertambah seban­yak 100 tempat tidur dan 8 ka­mar operasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Doa Minum Susu 1 Muharram: Makna, Bacaan, dan Tradisi yang Berkembang di Arab Saudi

Di tempat yang sama, Ket­ua Komisi C Zaenul Mutaqin menuturkan, pihaknya akan melakukan pengawasan hing­ga bangun itu benar-benar selesai dibangun. Menurut Zaenul, proses pelelangan yang sempat gagal memang membuat Pemkot kehilangan waktu pembangunan hingga 1,5 bulan. Tetapi, setelah peresmian tiang pancang, pembangunan itu pun bisa berjalan dengan lancar dan baik.

“Nah, masalahnya yang sekarang kita hadapi adalah cuaca karena ini pembangu­nan fisik sehingga cuaca san­gat berpengaruh. Kita sendiri mengetahui kalau di Kota Bo­gor hampir tiap hari hujan. Mudah-mudahan dengan kontraktor profesional, saya rasa PT Adhi Karya cukup kredibel membangun proyek besar dan dapat berjalan dengan baik. Kami komisi C akan mengawal proses pem­bangunan sampai gedung ini betul-betul selesai dan bisa digunakan,” tegasnya.

BACA JUGA :  JIKA INGIN KE BAITULLAH MAKA TERLEBIH DAHULU KE MASJID

Zaenul berharap, pem­bangunan itu pun berjalan tepat waktu, karena gedung sangat dibutuhkan untuk pelayanan kepada masyarat Kota Bogor. Terlebih, ada proses pembangunan seban­yak tiga tahap sehingga dapat tersedia sebanyak 500 tem­pat tidur. “Dengan pemban­gunan tiga tahap nantinya, mudah-mudahan pelayanan bisa maksimal. Selain itu, Pemkot juga harus memper­hatikan bagaimana proses gagal lelang tidak terjadi lagi di Kota Bogor,” pungkas Zae­nul.

(Abdul Kadir Basala­mah/ed:Mina)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================