Smansa Bogor Deklarasi MPLS Damai

Perihal anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang bi­asa melaksanakan masa orientasi tersebut, Sri Eningsih menyebutkan bahwa tidak ada sama sekali ang­gota OSIS yang menjadi bagian dari kepanitian. Anggota OSIS hanya se­bagai pembimbing di setiap kelas dan tidak memiliki kewenangan apa pun. Hal tersebut ditegaskan kem­bali oleh Aksa Dias dan Torik, siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Kota Bogor.

“Ada dua hingga tiga kakak OSIS di setiap kelas. Mereka biasanya mengisi waktu kosong dengan ber­bagi cerita dan pengalaman men­arik,” ungkap Aksa. Aksa menegas­kan juga tidak ada berbagai bentuk tekanan dari senior-senior tersebut. “Saya merasa aman dan nyaman bersekolah di sekolah pilihan saya,” lanjutnya.

BACA JUGA :  5 Jurusan Kuliah yang Dianggap Paling Sulit Lulus, Ada Incaranmu?

Upaya sekolah dalam mencip­takan sekolah ramah anak tidak sampai di situ saja. Sri Eningsih mengungkapkan bahwa ke depan, sekolah sudah bekerja sama dengan tim coaching mental yang berada di Depok untuk menyelenggara­kan coaching mental sebanyak tiga kali dalam satu tahun untuk siswa-siswinya. Hal tersebut bertujuan un­tuk memberikan rasa aman kepada siswa-siswi bercerita tentang bera­gam bentuk kejadian apa pun, ter­masuk cara memilih peminatan dan juga bentuk tekanan yang mungkin akan mereka dapatkan.

BACA JUGA :  SPMB Depok 2026 Rampung, Simak Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi dan Daftar Ulang Terbaru

“Coaching juga berlaku untuk guru dan juga para perwakilan siswa yang akan kami laksanakan secara random. Sebab dalam men­ciptakan sekolah ramah anak, ada tiga pointer yang harus seimbang komunikasinya. Siswa-siswi, guru, dan juga orangtua,” tutupnya. (Her­za/Mgg/ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================