
“Ini akan menjadi balapan yang sangat sulit, terutama dengan beberapa rival pabriÂkan kami; mereka lebih cepat daripada kami,†ucap Rossi.
Dalam tes di Red Bull Ring, pebalap-pebalap Repsol HonÂda dan Tech 3 absen.
“Sangat penting juga unÂtuk memahami potensi peÂsaing-pesaing lainnya karena (Repsol Honda) tidak ada di sini. Menarik dinanti, apakah kami sedikit lebih cepat atau lebih lambat daripada merÂeka. Namun, kita tunggu saja sampai waktunya balapan,†kata Rossi.
Rossi selama ini terkenal handal di tikungan. Namun, di Red Bull Ring ada dua jenis tiÂkungan yang ditakutinya. The Doctor menilai tikunagn ketuÂjuh dan tikungan terakhir bisa membahayakan pebalap.
Pasalnya, pada dua tikunÂgan itu tidak terdapat jebakan pasir di pinggiran trek untuk mengurangi kecepatan pebalÂap andai gagal mengendalikan motornya. Alhasil, pebalap terjatuh di tikungan tujuh dan tikungan terakhir, para rider kemungkinan langsung menaÂbrak tembok pembatas karena ketiadaan gravel.
Sejatinya Rossi dan para pembalap lain sudah meminta modifikasi sirkuit, namun hal itu tidak dilakukan. Rossi dan beserta pembalap lain tak inÂgin kejadian yang dialami ridÂer Moto2, Luis Salom, kembali terulang.
Ketika tampil di sesi latiÂhan bebas kedua GP CataÂlunya, Salom terjatuh dan langsung menabrak tembok pembatas karena ketiadaan gravel. Alhasil, Salom pun meÂninggal dunia akibat insiden tersebut.
“Bagi saya ada dua temÂpat yang sangat berbahaya, tikungan terakhir dan tikunÂgan ketujuh. Di sana tidak ada ruang yang cukup besar. Kami sudah meminta agar sirkuit diÂmodifikasi, namun sepertinya tak ada ruang untuk memodiÂfikasi sirkuit,†jelas Rossi mengutip dari Crash, Kamis (21/7/2016). (Rishad/Dts)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














