
Untuk penelitian ini, McGeachie dan rekan-rekannya meneliti hampir 700 peserta dalam Program Manajemen Asma Anak. Ketika peneliÂtian dimulai, anak-anak berusia di antara 5 samÂpai 12 tahun. Para peneliti mengikuti perkemÂbangan mereka sampai usia setidaknya 23 tahun.
Anak-anak secara acak ditugaskan untuk menerima salah satu dari tiga terapi inhalasi: 200 mikrogram budesonide dua kali sehari, 8 miligram nedocromil dua kali sehari, atau plaseÂbo, kata para penulis studi.
Adalah kortikosteroid yang sering digunakan sebagai obat pencegahan asma, dan nedocromil adalah jenis obat yang dikenal sebagai stabilizer sel mast. Ini juga merupakan jenis obat penceÂgahan untuk asma. Anak-anak juga diberikan inhalasi albuterol.
Relawan penelitian melaporkan, sekali seÂtahun untuk salah satu dari delapan pusat penelitian di Amerika Serikat dan Kanada untuk mengukur fungsi paru-paru anak-anak itu.
Pada akhir penelitian, 11 persen orang dewasa muda menderita COPD. Selain asma persisten, risiko COPD lebih tinggi, juga ada pada gender pria dan mereka yang sejak awal sudah menÂderita kelainan fungsi paru.
Pada anak-anak dengan asma persisten mencapai masa dewasa awal, 75 persennya menunjukkan penurunan awal fungsi paru-paru atau pertumbuhan paru berkurang. Mengobati asma pada masa kanak-kanak tidak menÂgubah pola-pola ini, kata McGeachie.â€Hasil penelitian ini membanÂtu kita untuk mengidenÂtifikasi anak-anak penÂderita asma yang akan menderita COPD saat merÂeka dewasa.Penelitian seÂlanjutnya akan diperlukan untuk menentukan apakah ada pengobatan yang dapat dilakukan untuk menceÂgahnya,†kata Mensch. (NET)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















