
“Seharusnya langsung dituÂtup saja Cafe Sniper, jangan teÂbang pilih saya ulangi lagi. BerÂdampak kepada kecemburuan sosial nantinya,†tegas Untung kepada BOGOR TODAY kemaÂrin.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi mengatakan, Satpol PP Kota Bogor dalam hal ini seharusÂnya melakukan tindakan yang tegas untuk menutup cafe yang berlokasi di perumaÂhan Bogor Nirwana Residence (BNR) tersebut.
“Harusnya cafe ini disÂegel, ini malah masih buka. Berikanlah contoh kepada pengusaha-pengusaha lain unÂtuk mematuhi perijinan yang ada. Apabila dibiarkan sepÂerti ini, para pengusaha lain akan meremehkan PemerinÂtah Kota (Pemkot) Bogor,†teÂgasnya usai menghadiri sidang Paripurna kemarin.
Ia juga menambahkan, Pemkot Bogor jangan tinggal diam. Banyak perijinan-perijiÂnan yang masih bodong tetapi dibiarkan begitu saja. “Selagi proses menunggu ijin diterbitÂkan, seharusnya ditutup terÂlebih dahulu, dilakukan segel oleh Satpol PP,†paparnya.
Sekedar mengingatkan, seÂbelumnya Satpol PP telah meÂnyegel Cafe 31 yang tidak jauh dari lokasi Cafe Sniper. TernyaÂta hal ini menimbulkan kecemÂburuan sosial diantara para karyawan 31 yang melihat Cafe Sniper masih menjual miras. Lantas, para karyawan menÂgunjungi rumah Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono untuk meminta keadilan. UnÂtung pun sempat meminta kepada Walikota Bogor, Bima Arya untuk segera menyegel cafe Sniper tersebut, namun hingga saat ini Cafe Sniper maÂsih tetap buka. (Abdul Kadir Basalamah|Yuska)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















