Produsen Snack Bikini Misterius

Yusuf mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran berkaitan pere­daran Bikini di Kota Bandung. Diskoperin­dag sempat mengecek ke tempat kulakan makanan ringan di kawasan Ahmad Yani, Kota Bandung. “Di tempat tersebut tidak menjual snack Bikini. Pedagang juga kaget ada makanan ringan dengan merek Bikini,” kata Yusuf.

Selain mengecek di tempat penjualan makanan ringan, petugas juga menelusuri melalu media sosial (medsos). Sebab ada indikasi proses pemesanan dan peredaran­nya via online. “Sudah coba menghubungi nomor ponsel yang tertera di website eng­gak nyambung. Jadi susah melacaknya,” ucap Yusuf.

Dia menyebut produk olahan pan­gan kemasan merek Bikini telah melang­gar aturan lantaran tak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Kesehatan (Dinkes). “Kalau perusahaan besar jelas izin edar dari BPOM. Kalau industri rumah tangga, izin edarnya dari Dinkes,” ujar Yusuf.

BACA JUGA :  Belasan Atlet Anggar Kota Bogor Siap Bertolak dan Berlaga di Malaysia

Kepala Dinas Perindustridan dan Perda­gangan (Disperindag) Jawa Barat Hening Widiatmoko menegaskan snack Bikini (Bi­hun Kekinian) akan ditarik dari peredaran. Pasalnya, kata dia, desain kemasan yang dit­ampilkan bernuansa pornografi.

Hening memastikan snack Bikini tidak memiliki izin edar PIRT yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Sebab, sam­bung dia, tampilan kemasan juga menjadi pertimbang untuk penerbitan izin. “Saya ya­kin ini (Bikini) enggak ada izin. Karena kema­san menjadi salah satu pertimbangan izin. Sesuatu yang berbau pornografi ini sudah jelas dilarang,” kata Hening.

Dalam kemasan snack Bikini tertera produksi asal Bandung. Untuk menindak­lanjuti hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disperindag Kabupaten/Kota Band­ung mengingat snack Bikini kemungkinan besar produk lokal.

BACA JUGA :  Hindari Kebiasaan Ini agar AC di Rumah Tidak Cepat Rusak

Hening mengaku akan meminta mereka untuk melakukan pengawasan dan penelu­suran keberadaan produsen. Sehingga, kata dia, untuk memudahkan penelusuran harus menemukan terlebih dahulu bentuk wujud snack Bikini. “Kan mereka jual secara online, jadi harus beli dulu dari penjualnya. Nah dari sana bisa menelusuri produsennya. Se­belum berkembang luas produk seperti ini harus ditarik dari peredaran,” tegas dia.

Seperti diketahui, media sosial kini se­dang ramai adanya penjualan makanan ce­milan yang sedikit nyeleneh, dengan nama Bikini (Bihun Kekinian) yang dijual secara online. Makanan ini dipromosikan melalui media sosial Instagram.

Ada beberapa akun Instagram yang menjual makanan snack yang benuansa se­dikit seronok ini. Dengan tampilan kemasan memperlihatkan tubuh seorang wanita ber­bikini.

(Yuska Apitya Aji)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================