MANFAAT KULIAH DI UT

Pertama, kuliah di UT itu nya­man, karena belajar bisa kapan saja dan dimana saja (seperti slogan salah satu iklan minuman soft drink) tidak seperti kuliah di universitas konvensional yang harus membutuhkan tatap muka dengan dosen, membutuhkan pentingnya daftar kehadiran dan memerlukan ruang belajar. Dan UT ini sangat cocok bagi mereka yang bekerja sambil kuliah.

Kedua, kuliah di UT itu ti­dak mengganggu aktivitas kerja kita, karena waktu Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan pada hari minggu, sedang untuk Tugas Akhir Program (TAP) dilak­sanakan pada hari sabtu. Selama penulis kuliah di UT tidak per­nah ijin, kecuali sewaktu wisuda. Dengan kuliah di UT, kita tidak membuat repot pimpinan kita, karena kita tidak pernah ijin.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Ketiga, biaya kuliah di UT itu relatif lebih murah dibandingkan dengan perguruan tinggi konven­sional, hal ini mudah dipahami, karena di UT tidak dibutuhkan dosen, kecuali untuk yang mem­butuhkan tutor dan di UT tidak ada pungutan uang gedung. Pada tahun 2009 penulis hanya mengeluarkan uang sekitar satu juta lima ratus ribu sudah ter­daftar menjadi mahasiswa UT dengan mengambil SKS 20 kredit dan mendapat , jas almamater, beaya masa orientasi kuliah, modul dan katalog.

Keempat, kuliah di UT mem­buat kita menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin, karena kita dituntut untuk belajar ekstra keras, serta rintangan lebih berat dibanding dengan di universitas konvensional. Bahkan menurut penulis, kuliah di UT itu menam­bah semangat belajar, karena teman-teman kita banyak yang sudah tua-tua masih semangat belajar, ini akan membuat kita juga tambah semangat belajar.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Kelima, UT itu universitas negeri, maka ijasahnya resmi dan tidak diragukan lagi. Kualitas UT juga bagus, karena standar kelu­lusan UT ini tinggi dengan alasan tidak ada tatap muka, jadi tidak ada nilai kehadiran atau nilai ka­sihan, kalau tidak lulus ya tidak lulus tidak ada istilah remedial. Apalagi sekarang banyak ditemu­kan perguruan tinggi abal-abal yang jumlahnya lebih dari dua ratus seperti yang diumumkan oleh Kemendikbud beberapa hari yang lalu. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================