
Dihimpun dari situs GaÂruda Indonesia, pesawat tipe ini mampu terbang dengan jarak tempuh 13.520 km. PeÂsawat berbadan lebar ini bisa membawa penumpang denÂgan rincian 8 penumpang first class, 38 penumpang busiÂness class dan 268 penumpÂang economy class. Saat ini, Garuda telah mengoperasikan 9 unit Boeing 777-300ER.
Tahap awal, Garuda InÂdonesia akan memanfaatkan aliansi penerbangan yang telah terjalin di dalam SkyTeam. Di sini, terdapat maskapai asal AS yakni Delta Airlines sebagai anggota SkyTeam. “Step perÂtama, selama ini SkyTeam alliÂance Garuda punya kerja sama contoh sekarang penerbangan Jakarta-Tokyo ke AS, kita bisa co-share ke AS. Kita share DelÂta Airlines tapi Delta (maskapai AS anggota dari SkyTeam) ngÂgak bisa taruh co-share ke Jakarta (adanya larangan terÂbang). Dengan kategori 1 (boÂleh terbang ke Indonesia) ini memungkinkan semua US CarÂrier yang menjalin kemitraan dengan kita, bisa taruh penerÂbangan Garuda,†ujar Arif.
Langkah berikutnya, masÂkapai pelat merah Indonesia ini sedang mengkaji melakukan penerbangan langsung tanpa memakai kerja sama dengan maskapai yang tergabung dalam SkyTeam. Pengkajian akan dilakukan dengan sangat ketat. “Masalah penerbangan ke AS harus dihitung lebih cermat. Ini penerbangan jarak jauh maka harus dihitung cerÂmat. Ke depan, jangan membeÂbani Garuda,†sebutnya.
Untuk penerbangan langÂsung, Arif mengaku pihaknya akan menyiapkan 2 pesawat jenÂis Boeing 777 yang telah dimiliki. Opsi penerbangan kemungkinan tidak direct flight atau langsung, melainkan harus transit. Hal ini memperhatikan kemampuan landasan bandara-bandara di InÂdonesia untuk melayani direct flight dengan beban maksimal. “Direct flight-nya harus dengan one transit,†tambahnya.
(Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















