
Terlepas dari itu semua, baik Trump maupun Hillary sama-sama memiliki level tidak disukai yang tinggi. Menurut pollÂing Reuters/Ipsos, sekitar 53 persen warga Amerika memiliki pandangan tidak menyÂenangkan terhadap Hillary. Sedangkan 63 persen memiliki pandangan tidak menyÂenangkan terhadap Trump.
Sebagian tokoh partai Republik Amerika Serikat terang-terangan menolak untuk mendukung capres mereka, Donald Trump. Ini termaÂsuk Senator Susan Collins yang meÂnyatakan bahwa Trump, jika terpilih menjadi presiden, akan membuat dunia menjadi lebih berbahaya. “Donald Trump, menurut penilaian saya, akan membuat dunia yang penuh bahaya ini menjadi lebih berÂbahaya,†tutur Collins dalam wawanÂcara denganCNN, Rabu (10/8/2016). “Saya khawatir bahwa kecenderunÂgannya untuk menyerang dan koÂmentar-komentarnya yang kurang informasi akan menyebabkan perisÂtiwa-peristiwa berbahaya meningkat dan mungkin lepas dari kontrol pada saat dunia kita dilanda konflik. Itulah masalah sebenarnya,†imbuh politiÂkus partai Republik itu.
Senator asal Maine tersebut sebelumÂnya telah menyampaikan penolakannya untuk mendukung Trump selama miliarÂder itu tidak mengubah retorika dan kebiÂjakannya yang menghasut.
Dalam wawancara itu, Collins menÂgatakan, dirinya yakin bahwa Trump “sama sekali tidak punya pengendalian diri dan pertimbangan serta penilaian dan pengetaÂhuan untuk mengatasi peristiwa-peristiwa berbahaya yang pasti dihadapi presiden.â€
Meski mengaku tak akan memilih Trump dalam pemilihan presiden pada November mendatang, Collins juga menÂgatakan tak akan memilih Hillary Clinton, capres dari partai Demokrat. “Saya benar-benar tidak tahu. Saya punya banyak kekhawatiran tentang Hillary Clinton, dan saya tak akan mendukung dia,†kata ColÂlins ketika ditanya apakah dirinya akan memilih Hillary. (Yuska Apitya/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














