Oleh : ABDUL KADIR
[email protected] BogorBima Arya bersamapara penerima manfaat zakat
Ada pernyataan menÂarik dari Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat KH Arif Ramdhani. Menurut dia, zakat adalah ruÂkun Islam yang selalu terabaiÂkan dalam pelaksanaanya.
‘’Kalau kita tak menÂjalankan solat dan puasa, pasti merasa berdosa. Tetapi kalau tak bayar zakat nyantai-nyanÂtai aja,’’ kata Arif pada acara Deklarasi Kebangkitan Menuju Bogor Kota Zakat 2020 di di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan PadjaÂjaran Nomor 10 Kota Bogor, Kamis (11/08/2016).
Padahal, lanjut Arif, dalam beberapa ayat Alquran, kewaÂjiban zakat senantiasa disejaÂjarkan dengan kewajiban solat. ‘’Inilah tantangan yang kita haÂdapi untuk membangun kesadaÂran berzakat di tengah-tengah masyarakat muslim,’’ katanya.
Padahal potensi zakat ini sangat besar. Menurut Ketua Baznas Kota Bogor H. AchÂmad Chotib Malik, potensi zaÂkat umat Islam di Kota Bogor pada tahun 2016 mencapai Rp 462 miliar. Namun, katanya, pencapaian zakat baru beraÂda pada angka Rp 3,2 miliar. ‘’Jumlah ini masih terlalu seÂdikit,’’ kata Chotib kepada BoÂgor Today.
Padahal kata Chotib MaÂlik, zakat merupakan kewaÂjiban umat Islam baik sebagai hamba Allah maupun sebagai warna negara yang taat kepaÂda aturan. “Semua ini masih harus disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di Kota Bogor. Terkait dengan target zakat ini, saat ini kita masih jauh dari target,’’ katanya.
Acara Deklarasi KebangkiÂtan Menuju Bogor Kota Zakat 2020 ini cukup meriah. Hadir pada kesempatan ini Walikota Bogor Dr Bima Arya Sugiarto, para muspida, jajaran direksi BUMD Kota Bogor, para ketua Baznas dari daerah tetangga seperti Bekasi, Depok, Ketua IWAPI Kota Bogor Deswati Diningsih yang juga didaulat sebagai Duta Zakat Kota Bogor, para ulama dan tamu undanaÂgan lainnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















