
Vice President Network Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengemukakan piÂhaknya mematikan layanan CDMA di sejumlah lokasi lanÂtaran jumlah penggunanya suÂdah banyak yang meninggalÂkan CDMA dan beralih ke 4G.
“Jaringan CDMA dimatikan di beberapa daerah dengan alasan jumlah penggunanya sudah tidak worthed. Misalnya sudah di bawah angka ratusan jumlahnya. Sudah dimulai dari Sumatera,†terangnya.
Dia mengaku, upaya terseÂbut benar-benar dilakukan denÂgan perhitungan yang matang. Sebab Smartfren tak mau jadi seakan memaksa pelangganÂnya pindah ke jaringan 4G.
“Kami benar-benar melakukan perhitungan yang matang sebelum melakukanÂnya. Kami tidak bisa memaksa pelanggan (CDMA) untuk pinÂdah ke 4G, karena itu pilihan pelanggan mau pakai yang mana. Apalagi awalnya kami memang menawarkan jarinÂgan CDMA,†paparnya.
Smartfren pun rajin menÂgajak para pelanggan lamanya untuk beralih menggunakan jaringan 4G. Smartfren sendiri saat ini memiliki portofolio Andromax A dan E2+ di pasar yang dijual dengan kisaran harga Rp 1 hingga 2 jutaan. Selain itu, Smartfren juga meÂmiliki strategi Open Market Handset yang bekerja sama dengan vendor-vendor ponsel lain, seperti Hisense, Evercoss, Samsung, dan Lenovo. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















