Budaya Literasi Siswa

Penggerak literasi adalah orang-orang yang bertanggung jawab untuk menumbuhkan budaya baca di lingkungan­nya. Mereka adalah para kepala daerah, orang tua, guru, kepala sekolah, pustakawan, maha­siswa, relawan dan yang lainnya. Setiap warga masyarakat perlu menjadi Penggerak Literasi.

Para pimpinan dae­rah adalah penggerak litreasi paling penting di setiap wilayah kerjanya. Setiap provinsi /kota/ kabupaten harus memiliki pro­gram penumbuhan budaya baca yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan. Orang tua adalah penggerak literasi pal­ing penting di rumah. Orang tua harus menjadi model bagi anak –anak dalam menumbuhkan kebiasaan dan kecintaan anak dalam membaca di rumah.

Kepala Sekolah dan guru adalah penggerak literasi paling penting di sekolah. Sekolah ha­rus menjadi tempat paling pent­ing dalam menumbuhkan buda­ya baca siswa. Siswa yang tidak membaca merupakan tanggung jawab dari sekolah.

Rumah dan sekolah harus membuat alokasi khusus untuk membaca bagi siswa. Anak ha­rus dibiasakan membaca buku di waktu pagi (setelah sholat Subuh) atau di waktu petang (setelah sholat Isya). Siswa telah diberi alokasi waktu khusus un­tuk membaca melalui Permen­dikbud23/2015 selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

Peran perpustakaan sekolah atau rumah juga sangat pent­ing bagi tumbuhnya budaya literasi siswa. Pada dasarnya siswa harus selalu dikelilingi oleh buku bacaan yang menarik dan merangsang minat mereka untuk membaca. Menyediakan buku bacaan yang berlimpah di kelas adalah metode paling tepat untuk mendorong anak sehingga mau membaca tiap hari. Lingkungan kelas adalah ruangan yang paling nyaman (setelah kamar pribadi mereka di rumah). Sekolah dapat mem­buat ruangan kelas sebagai tem­pat penumbuhan budi pekerti dan penumbuhan budaya baca siswa yang paling tepat. Buku-buku yang disediakan mesti­nya adalah buku-buku inspiratif yang akan menumbuhkan men­tal positif bagi siswa.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Seorang siswa yang mem­baca di kelas akan mendorong siswa lain untuk melakukanhal yang sama. Dengan membaca buku yang sama siswa akan memiliki materi dan bahan per­cakapan tentang apa yang telah dibacanya. Ini akan mendorong tumbuhnya kemampuan ber­pikir dan bercakap yang lebih cerdas, lebih luas dan lebih mendalam. Untuk mendekat­kan peserta didik dengan sum­ber informasi, guru dapat men­gagendakan kegiatan kunjungan ke perpustakaan kota/daerah.

Kegiatan semacam ini ber­manfaat untuk menambah wa­wasan peserta didik tentang berbagai jenis buku bacaan yang tidak ada di koleksi per­pustakaan sekolah. Mengenal dan menggunakan sumber-sum­ber informasi selain buku yang ada di perpustakaan. Mengenal tata tertib perpustakaan kota. Mengenal dan memanfaatkan peran pustakawan. Mengenal program-program yang dilak­sanakan perpustakaan secara berkala. Melakukan peminja­man dengan menjadi anggota.

Selain mengadakan kunjungan ke perpustakaan, sekolah juga dapat melakukan kerja sama dengan perpustakaan dengan jalan mendatangkan mobil per­pustakaan keliling secara berkala. Agenda seperti ini dapat mem­berikan kesan positif kepada peserta didik tentang semakin mudahnya meminjam buku. Dapat juga dengan memanfaatkan pameran buku yang sering diada­kan di kota atau di tempat lainnya. Apabila memungkinkan sekolah juga dapat mengadakan pameran buku pada saat-saat tertentu.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Kegiatan literasi di tahap pembelajaran yaitu dengan mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengait­kannya dengan pengalaman pribadi sehingga terbentuk prib­adi pembelajar sepanjang hayat. Adanya program baca yang mendorong keluarga,siswa dan masyarakat untuk terus mem­baca sangatlah penting. Hal ini akan mendorong untuk terus meningkatkan minat dan kebiasaannya untuk membaca buku-buku bermutu. Program tersebut umpamanya memba­cakan buku sebelum tidur, story telling, resensi buku, baca puisi, lomba-lomba, pelatihan mem­baca dan menulis, penghargaan bagi pembaca terbanyak,dll.

Untuk mengembangkan lit­erasi di sekolah,dapat dengan menyelenggarakan perayaan hari-hari nasional.

Prinsip-prinsip kegiatan lit­erasi di tahap pengembangan yaitu buku yang dibaca adalah buku selain buku teks pelaja­ran. Kegiatan membaca buku di tahap ini dapat diikuti oleh tugas-tugas presentasi singkat, menulis sederhana, disesuaikan dengan jenjang dan kemam­puan peserta didik. Saatnya mengasah keterampilan memb­aca dan menulis. Ayo sukseskan gerakan literasi siswa. (*)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================