Atty Soemadikarya Masuk Bursa Pilwalkot

Untitled-7BOGOR TODAY – Wakil Ketua DPC PPP Kota Bo­gor, Zaenul Mutaqin (ZM) digadang-gadang bakal maju pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2019 mendatang. Politisi Partai Persatuan Pem­bangunan (PPP) inipun mu­lai gencar blusukan dan ra­jin membangun komunikasi politik.

Belum lama ini, ZM terlihat berkomunikasi intens den­gan Sekretaris DPC PDI Per­juangan Atty Somaddikarya. Bahkan, foto keduanya yang sedang menghadiri Musy­awarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar, beberapa waktu lalu tersebar di media sosial, dimana pada gambar tersebut tertera tulisan ‘Ber­juang Bersatu Membangun Kota Bogor’.

Bahkan, keduanya digadang-gadang bakal ber­pasangan sebagai Walikota dan Wakil Walikota pada Pil­walkot 2019 mendatang. ZM yang sudah secara terang-terangan mendeklarasikan bakal maju dalam Pilwalkot itu mengatakan, komunikasi politik harus dilakukan den­gan partai manapun, dan tak menutup kemungkinan partai berlambang Ka’bah itu akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada Pilwalkot mendatang.

BACA JUGA :  Waspada! Ini Deretan Menu Sarapan yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik

“Koalisi bisa saja terjadi dengan partai manapun ter­masuk PDI Perjuangan. PPP selalu terbuka dengan sia­papun,” ujar ZM, yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor kepada Jurnal Bogor, belum lama ini.

Namun, kata ZM, hingga saat ini belum ada komuni­kasi secara resmi antara PPP dan partai politik (parpol) lain. “Belum ada komunikasi resmi, jadi semuanya masih dinamis. Ya, lihat saja nanti ke depannya bagaimana,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somaddikarya membantah bahwa ia akan maju sebagai walikota atau­pun wakil walikota. Meski, belum lama ini namanya ma­suk ke dalam survey calon pe­mimpin Kota Bogor di media sosial.

“Saya tidak berminat maju sebagai walikota, sebab ma­sih harus belajar banyak, saya bisa ngukur diri. Kalau terkait foto ada tulisan seperti itu saya nggak tahu. Saya tetap mendukung Ketua DPC PDI Perjuangan, Dadang Iskan­dar Danubrata untuk menjadi walikota,” ungkapnya saat di­hubungi wartawan koran ini, Minggu (14/8) malam.

BACA JUGA :  Mengenal Ayat Seribu Dinar: Makna, Kandungan, dan Cara Mengamalkannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut Atty, untuk uru­san Pilwalkot, ia tetap men­dukung dan mengajukan Dadang Iskandar Danubrata sebagai walikota. Sebab se­cara etika organisasi Ketua DPC yang lebih pantas. “Saya siap menjadi panglima pemenangan beliau pada Pil­walkot,” katanya.

Lebih lanjut, kata Atty, sia­papun berhak mencalonkan diri dan dicalonkan, sebab itu adalah hak politik. “Saya tidak mencalonkan tapi di­calonkan. Namun, perlu di­ingat keputusan sepenuhnya ada di tangan DPP, sebagai petugas partai saya harus fatsun dan menghormati,” pungkasnya. (Abdul | Yuska Apitya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================