
Disebut terseÂmbunyi karena banyak orang yang tak menyadarinya. Data dari 97 responden beruÂsia 22-62 tahun dalam studi yang dipubÂlikasi di jurnal Frontiers in PsycholÂogy ini menunjukkan ketika kepribaÂdian dan karakter pekerjaan semakin bertolak beÂlakang maka seÂmakin besar pula stresnya. Akibatnya gejala fisik seperti sakit kepala, sakit peÂrut, pusing, dan radang tengÂgorokkan lebih mudah dialami.
“Kami menemukan bahwa frustasi akibat kebutuhan diri yang tak disadari ini, disebabÂkan oleh minimnya kesempatan untuk berperilaku sesuai keÂinginan, merugikan psikologis dan kesejahteraan fisik,†kata Veronika seperti dikutip dari siaran pers oleh Frontiers, Selasa (16/8/2016).
Untuk memperÂbaiki kondisi Veronika meÂnyarankan agar para calon karyÂawan mulai lebÂih dinilai juga k a r a k t e r ny a dengan lapanÂgan pekerjaan yang ada. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














