Menurut Arya, kendati ratusan film pendek masuk penilaian tahun lalu, para juri mengkritik sedikitnya film pendek yang berhasil menuangkan gagasan dalam gambar visual. “Seperti komentar juri, semakin teknologi memberi kemudahan, melahirkan kedangkalan kreativitas, tapi kita tidak menyalahkan karena mereka masih muda-muda,” kata dia.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, pemerintah provinsi sengaja menggelar FFJB ini untuk memfasilitasi ruang ekspresi anak muda lewat medium film. “Kita hanya memfasilitasi bagaimana mengkompetisikan itu untuk menghasilkan yang terbaik melalui film pendek, supaya mereka memiliki kepercayaan diri bahwa mereka bisa membuat film dengan baik, mengekspresikan fikirannya lewat medium film,” kata dia, Jumat, 30 September 2016.
Deddy mengatakan, hadiah yang diberikan relatif besar untuk ukuran festival film. “Apresiasi FFJB lebih gede dari FFI (Festival Film Indonesia),” kata dia. “Saya dulu menang di FFi hanya dapat Rp 5 juta, kalah dengan turnamen domba.”
Deddy mengatakan, tidak gampang membuat film pendek. “Banyak film panjang gak ada gagasan apa-apa. Film pendek itu dibuat untuk mengikuti isinya, gagasannya. Film-film pendek itu film-film gagasan,” kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Jawa Barat Ida Hernida mengatakan, pendaftaran karya film pendek dan video musik dibuka sebulanan ini. Film-film pendek itu akan diseleksi dalam empat wilayah yang masing-masing akan menghasilkan tiga nominasi film terbaik dan video musik. “Hasil seleksi masing-masing wilayah itu yang berhak mengikuti seleksi di tingkat provinsi,” kata dia, kemarin.(Yuska Apitya/tmp)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















