PAUD dan SDIT Bunda Syahir, Jalan .Batu Hulung Marga Jaya, Kota Bogor mengadakan Seminar Pendidikan dengan thema: ”Menjalin Kerjasama Untuk Membangun Pendidikan Berkualitas Berbasis Teknologi,” Sabtu, 01 Oktober 2016.  Seminar ini terlaksana atas kerjasama dengan Glect Jepang dan sekaligus launching Glect Indonesia.

Hadir pada acara ini Atase Perdagangan Indonesia di Jepang Yuli, pimpinan Glect Jepang Mr. Toshinari Fuchino yang sekaligus menjadi nara sumber, Ketua Yayasan Bunda Syahir Hj. Liana Suprapto, Lurah Marga Jaya dan Camat Bogor Barat yang sekaligus meresmikan Glect Indonesia dengan pemukulan gong.

Pada kesempatan ini, Mr Toshinari Fuchino mengatakan, pendidikan di Jepang berusaha mencetak generasi yang disiplin, mandiri, dan cinta pada lingkungannya. Selain itu pendidikan di Jepang dan khususnya di Glect mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

Peserta didik harus aktif (student center) dan guru sebagai fasilitator saja. Murid dibuat senang belajar dan lingkungan belajar juga dibuat senyaman mungkin. Jika ada peserta didik yang bertanya, maka peserta didik yang paham disuruh menjadi tutor sebaya, guru hanya mengawasi dan membetulkan jika dibutuhkan.

Materi bahan ajar juga disesuaikan dengan perkembangan peserta didik, seperti games, gambar dan video. “Di Glect tidak melulu memakai IT, kadang kita juga memakai secara manual dan yang terpenting kita juga memberi pendidikan budi pekerti. Kalau di Agama Islam disebut akhlak mulia,” ujar penganut Agama Shinto yang sudah menerjemahkan Kitab Suci Al Qur’an ke dalam Bahasa Jepang ini.

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

Ketua Yayasan Bunda Syahir Hj.Liana Suprapto menambahkan seminar ini adalah langkah awal dari kerjasama.. ‘’Nanti kita akan mengundang bapak, ibu guru dan murid yang datang hari ini, untuk hadir lagi pada seminar lanjutan,” terang wanita yang pernah ikut pertukaran pelajar Indonesia-Jepang beberapa tahun yang lalu.

Sementara Pemerhati Pendidikan Kota Bogor Heru B. Setyawan berujar, Kurikulum 2013 salah satunya mengadopsi kurikulum dari negeri sakura ini. ”Yang pada intinya pendidikan di Jepang itu lebih banyak praktik dari pada teori, dan itu yang menyebabkan Jepang menjadi negara maju,” kata laki-laki yang selalu memakai pin merah putih ini di dadanya dengan penuh semangat. (Iman R Hakim)