4SEKOLAH Pesat yang terdiri dari 3 sekolah, yaitu: SMP/SMA Pesat dan SMK Informatika Pesat menggelar tabligh akbar bersama dai kondang K.H.Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, pada hari Senin, (03/10/2016) di Kampus 1 Pesat, Jl Poras No 7 Loji, Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Menurut Ketua Panitia Ustadz Muhammad Taufik, M.Pd.I kegiatan tabligh akbar ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Sekolah Pesat, tiap semester sekali dengan mengundang ustadz tingkat nasional, agar memberi suasana baru dan syiar Islam. ”Sedang kegiatan rutin harian pengajian di Sekolah Pesat dibawakan oleh ustadz-ustadz yang ada di lembaga kami,” ujar laki-laki yang sedang menempuh S-3 ini.

Aa Gym dalam nasihatnya mengingatkan tentang pentingnya kebersihan hati, baik bagi guru, orang tua dan pelajar. ‘’Kita takut rumah kita kotor, tapi kita tidak takut hati kita kotor, kita bangun rumah kita luas tapi hati kita sempit,’’ ujar Aa Gym.

Menurut Aa Gym, jangan senang punya anak pintar, tapi yang penting akhlaknya baik. Rosululllah SAW diutus oleh Allah SWT ke dunia, bukan untuk membuat  kita jadi pintar, tapi untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia. ‘’Akhlak mulia itu tercermin dari ungkapan, saya aman bagimu, saya menyenangkan bagimu dan saya bermanfaat bagimu,’’ katanya.

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

Akhlak itu berasal dari hati, pengertian akhlak secara sederhana adalah respon kita terhadap peristiwa yang kita alami. Jika akhlak kita mulia, maka semua kejadian akan diterima dengan senang hati, tapi jika akhlak kita jelek, semua peristiwa akan diterima dengan mengeluh, marah, iri dan sifat jelek yang lain. ‘’Agar kita terhindar dari sifat jelek tersebut, maka kita harus hindari TENGIL yang berarti takabur, egois, norak, galak, iri dan licik,’’ katanya.

Takabur atau sombong adalah mendustakan kebenaran dan meremehkan orang lain. Ciri seorang sombong adalah tidak suka hadir di majelis ilmu dan dzikir, karena di majelis ini ada kebenaran, dia juga tidak suka sama Al Qur’an, karena dalam Al Qur’an juga terdapat kebenaran serta dia juga tidak suka pada Nabi Besar Muhammad SAW, karena pada diri Rosulullah juga terdapat kebenaran.

Untuk terhindar dari sifat egois kita harus mengalah, untuk mengindari sifat norak yang suka dipuji, maka kita harus berharap dipuji sama Allah SWT, bukan berharap dipuji manusia. Menurut Aa Gym, galak beda dengan tegas. Jika galak keluarnya adalah nafsu dan hasilnya dzolim, sedang jika tegas karena ada perasaan takut kepada Allah, atau berdasarkan data dan aturan dan hasilnya adil. ‘’Agar kita terhindar dari sifat iri, maka kita harus selalu berpikiran positif dan selalu mengingat kebaikan orang. Sifat licik itu tidak disukai oleh semua orang, maka kita lebih baik jujur, karena kalau kita jujur banyak orang yang suka pada kita,’’ katanya.

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

Pemerhati Pendidikan Kota Bogor Heru B. Setyawan mengatakan bahwa Aa Gym sudah mengamalkan apa yang didakwahkan selama ini. ”Hal ini terbukti sewaktu saya dan rombongan menjemput Aa Gym di rumahnya dalam acara tabligh akbar ini, begitu ketemu Aa, beliau langsung tersenyum dan meminta maaf karena kita sudah menunggu beberapa saat, lantaran Aa sedang mengantar anaknya sekolah,” ujar Dai yang suka hobi berkuda ini.

Dan yang lebih mengagetkan saya dan rombongan penjemput, ternyata Aa Gym melayani kita dengan membawa sendiri teh manis dan kue, untuk dihidangkan kepada kita. Luar biasa, ketawaduan Aa Gym, semoga istiqomah. (Iman R Hakim)