sman-4-bogor-1Yuska Apitiya aji

[email protected]

Mata Pelajaran (Mapel) Kimia biasanya menjadi salah satu Mapel yang paling tidak disukai kebanyakan siswa. Namun hal itu tidak berlaku bagi Muhammad Althof Rafsanjani, siswa XII IPA SMA Negeri 4 Kota Bogor. Ia begitu menyenangi ilmu Kimia yang dia anggap sangat erat dengan alam.

Bermula dari keinginannya untuk masuk di jurusan Teknik Kimia saat kuliah nanti, Althof, sapaan akrabnya, mulai mendalami Kimia. Padahal sedari SMP hingga kelas X SMA ia sama sekali tidak tertarik dengan pelajaran dengan ratusan rumus-rumus itu. Menurut Althof jurusan Teknik Kimia sangatlah dekat dengan kehidupan. Ia bahkan sudah mengimpikan bisa merancang sebuah pabrik modern.

“Saya ingin kuliah teknik kimia-nya di Universitas Indonesia,” ujar Althof, Senin (3/10/2016).

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

Althof menuturkan, untuk mencapai impiannya tersebut ia mulai dengan mengikuti berbagai perlombaan kimia. Ia bersama temannya (satu tim) pernah mengikuti Olimpiade Kimia Tingkat Nasional (Oktan) ITB namun tidak berhasil menang. Kegagalan tersebut tidak menyurutkan semangat Althof, ia malah semakin rajin belajar dan melatih kemampuannya dengan menjawab berbagai soal kimia. Sampai pada suatu hari guru kimianya meminta ia untuk menjadi perwakilan sekolah di ajang Olimpiade Siswa Nasional (OSN) Tingkat Kota dibidang kimia. “Alhamdulillah saya menjadi juara satu,” terang Althof.

Kemenangan itu, menurut Althof, tidak terlepas dari peran gurunya yang sudah membimbing, doa dan support kedua orangtua serta keluarga, dzikir dan shalawat yang ia terus ucapkan saat menjawab 30 soal Pilihan Ganda (PG) dan empat soal essay di OSN.

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

“Waktu lomba saya deg-degan karena pesertanya banyak dan juga terlihat pintar tapi setelah dzikir dan shalawatan sesuai pesan orangtua hati saya jadi lebih tenang,” ceritanya sembari mengingat kembali hari ia lomba di SMK Negeri 2 Kota Bogor.

Kedepan, siswa yang juga hobi bermain bulu tangkis ini masih menargetkan untuk kembali mengikuti Oktan ITB 2017 dan menjuarainya sebelum ia lulus dari SMA. Namun, jika tidak diberi kesempatan ia akan fokus untuk penerimaan mahasiswa baru di UI dengan jalur rapor.

“Saya sangat menyukai kimia karena kimia sangat menarik dan hampir di semua lini kehidupan berhubungan dengan kimia,” pungkasnya.(Yuska Apitya)