JAKARTA, TODAY—Sebuah penelitian menyebut separuh populasi manusia mengidap motion blindness, yakni ketidakmampuan mengenali gerakan. Tidak ada yang salah dengan matanya, hanya otaknya yang bermasalah.

Dipublikasikan di Psychological Science, Prof Bas Rokers dari University of Wisconsin menyebut motion blindness sebagai kegagalan otak menginterpretasikan informasi sensoris. Jenis gangguan seperti ini dikenal juga dengan istilah agnosia.

Dikutip dari wisc.edu, jenis lain dari agnosia adalah face blindness atau prosopagnosia. Gangguan yang antara lain diidap oleh aktor ganteng Brad Pitt ini membuat otak seseorang sulit mengenali wajah, sehingga tidak jarang dilabeli sebagai ‘orang sombong’.

Dalam mengenali gerakan, otak menggunakan beberapa petunjuk visual, antara lain dengan jarak dan kecepatan. Seseorang dengan motion blindness bisa menangkap petunjuk tersebut dengan matanya, namun gagal dalam proses mengolahnya di otak.

Bayangkan seandainya kegagalan menginterpretasikan jarak dan kecepatan terjadi saat sedang berkendara. Bisa bahaya, bukan?

Sayangnya, tidak mudah untuk mengenali tanda-tanda bahwa seseorang mengidap gangguan motion blindness. Butuh serangkaian tes khusus untuk memastikannya. Namun jika seseorang sering mengalami masalah koordinasi antara mata dengan anggota gerak tubuh, maka disarankan untuk periksa. (detik-health)