https-_blueprint-api-production-s3-amazonaws-com_uploads_card_image_158673_samsung-galaxy-note-7-3Samsung mengumumkan untuk mengakhiri produksi dan penjualan Galaxy Note 7 di seluruh dunia, Selasa (11/10), setelah melakukan penarikan produk di pasar September 2016 dan serangkaian insiden lanjutan terbakarnya unit pengganti Galaxy Note 7.

“Menempatkan keselamatan pelanggan sebagai prioritas utama, kami telah memutuskan untuk menghentikan penjualan dan produksi Galaxy Note 7,” tulis Samsung dalam sebuah pernyataan. “Samsung akan meminta semua operator dan mitra ritel global untuk menghentikan penjualan dan pertukaran Galaxy Note 7.”

Langkah ini diambil Samsung setelah melakukan penarikan kembali 2,5 juta unit Galaxy Note 7 di 10 negara pada September lalu. Samsung mulai menggulirkan perangkat pengganti Galaxy Note 7 pada Oktober, namun sejumlah konsumen melaporkan unit pengganti itu masih bermasalah pada komponen baterai.

Dalam sepekan, setidaknya ada 5 perangkat pengganti Galaxy Note7 yang terbakar. Perusahaan finansial Credit Suisse memprediksi Samsung mengalami kerugian sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp221 triliun jika benar-benar menghentikan penjualan Galaxy Note 7, yang berarti Samsung mengalami hilang penjualan sebanyak 19 juta unit ponsel dari siklus produk Galaxy Note 7 ini.

Baca Juga :  Resep Masakan Samosa Sayuran

Insiden ponsel meledak hingga terbakar terus bergulir dari lini produk versi baru Galaxy Note 7 yang dibagikan kepada konsumen global. Samsung pun mengimbau konsumen berhenti menggunakan Galaxy Note 7.

Rangkaian insiden terjadi dari berbagai negara. Pengguna bernama Brian Green asal Indiana, AS, mengalami kejadian Galaxy Note 7 versi barunya terbakar ketika berada di pesawat maskapai Southwest Airlines pada 5 Oktober 2016. Dia mengaku telah mengambil unit pengganti Galaxy Note 7 pada 21 September lalu di toko AT&T. Pihak maskapai penerbangan langsung mengevakuasi penumpang karena insiden tersebut.

Kasus selanjutnya terjadi di Taiwan. Galaxy Note 7 milik pengguna bernama Lai meledak secara tiba-tiba saat sedang disimpan di saku celana. Lalu ada pula nasib bocah usia 13 tahun yang terkena luka bakar pada bagian ibu jarinya saat Galaxy Note 7 terbakar di genggamannya. Terakhir, sebuah keluarga dari Houston, AS, menyaksikan Galaxy Note 7 pengganti miliknya terbakar di meja makan.

Mengetahui insiden masih terjadi yang diakibatkan ponsel pengganti Galaxy Note 7, perusahaan asal Korea Selatan itu mengumumkan imbauan kepada konsumen melalui situs resminya. “Konsumen yang menggunakan Galaxy Note 7 awal atau pun penggantinya harus mematikan perangkat tersebut dan berhenti menggunakannya,” tulis pihak Samsung.

Baca Juga :  Resep Masakan Chicken Katsu Curry Jepang ala Restoran

Samsung juga mengatakan tetap berkomitmen bekerjasama dengan pihak regulator agar mengambil langkah tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Selain itu, Samsung juga mengaku menggandeng badan pemerintah yang berwenang untuk menginvestigasi laporan insiden Galaxy Note 7.

“Keselamatan konsumen adalah prioritas utama, kami akan meminta perusahaan operator dan mitra ritel global agar memberhentikan penjualan dan penukaran Galaxy Note 7 selama investigasi masih berlanjut,” sambungnya.

Tercatat dua perusahaan telekomunikasi seluler Amerika Serikat, yakni AT&T dan T-Mobile, telah memutuskan berhenti menjual ponsel pintar Samsung Galaxy Note 7 pada awal Oktober ini setelah ada beberapa insiden yang menunjukkan baterai pada unit pengganti ponsel tersebut masih bermasalah.

Sebelumnya kantor berita Korsel Yonhap mewartakan Samsung bakal menunda proses produksi Galaxy Note 7 setelah serangkaian insiden terbakarnya produk pengganti ponsel itu yang membuat pemilik harus dibawa ke rumah sakit.(Yuska Apitya)