foto-berita-4TAJURHALANG, TODAY – Pengguna jalan geram saat melintas, Jalan Raya Tajurhalang, karena ceceran tanah milik pengmebang nakal ditengah badan jalan itu, bisa berakibat kecelakaan.

Ceceran tanah merah tersebut membuat jalan menjadi licin, terlebih saat air hujan turun. Salah satu warga Tajurhalang Rini Wulandari mengaku, menyayangkan pengusaha nakal yang tidak mengikuti aturan.

“Kalau terus dibiarkan, sangat membahayakan pengendara terlebih pengendara roda dua. Ceceran tanah merah campur air hujan yang memenuhi jalan dapat mengakibatkan kecelakaan,” kata Rini.

Baca Juga :  Bogor Never Dry Betta Battle In Eastern Bogor, FCB Gelar Kontes Cupang dari Dalam dan Luar Negeri Ikut Meramaikan

Seharusnya, ungkap Rini, pengembang lebih mengedepankan norma – norma atau aturan. Memikirkan pengguna jalan lain, daripada mengedepankan target untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Masyarakat juga ingin pembangunan dan cepat selesai, tapi harus diimbangi juga dengan aspek lain saat pengerjaan, karena itu jalan umum dan yang menggunakan jalan itu seluruh warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto : Desa dan Kecamatan Tidak Dibatasi Usulan Programnya

Senada dengan Rudi. Karyawan swasta itu kecewa dengan pengembang nakal yang mengejar keuntungan tanpa memikirkan dampak dari kerjaan yang tidak sesuai aturan.

“Seperti inilah mental pengusaha kita. Parahnya lagi, pemerintah tidak mengawasi dan tidak menegur saat ada kesalahan yang dilakukan kontraktor. Padahal yang dirugikan adalah masyarakat,” imbuh Rudi. (Diyon / KTR)