usir-wartawanBOGOR TODAY – Bagai memakan buah simalakama. Peribahasa itu pantas menggambarkan kondisi Ketua DPRD Bogor Untung Maryono yang melarang para wartawan meliput Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2016 Bogor atas kesepakatan para anggota rapat di Gedung DPRD Bogor Senin (10/10/2016) malam.

Buah dari tindakannya itu dikecam Ketua Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB), Haryudi yang menilai rapat APBD-P 2016 seharusnya bersifat terbuka umum. “Kami sangat menyayangkan sikap pimpinan DPRD kota Bogor yang mengusir wartawan saat sedang meliput jalannya rapat finalisasi RAPBD perubahan, di Gedung DPRD Kota Bogor, Senin (10/10) sore. Padahal, agenda rapat tersebut sangat penting dan layak diketahui publik, karena yang dibahas adalah uang rakyat,” kata Ketua FWHB, Haryudi kepada wartawan, Selasa (11/10/16).

Baca Juga :  Tingkatkan Kapasitas, ORARI Lokal Kabupaten Bogor Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah

Pelarangan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono Jumat (07/16) lalu yang mempersilahkan media massa untuk meliput untuk menyimak rancangan APBD-P Kota Bogor 2016. “Nanti Senin (10/10) semua OPD harus hadir, kalau tidak nanti akan menjadikan catatan. Makanya nanti Senin datang ya dan dengarkan,” tutur Politisi PDIP itu.

Sebelumnya, sejumlah wartawan di Kota Bogor diminta untuk tidak meliput Rapat Pembahasan Finalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2016 di Ruang Rapat Paripurna, Senin (10/10/16). Permintaan lisan itu dilontarkan Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono.

Baca Juga :  Wali Kota Bogor Ajak Masyarakat Saksikan Bogor Street Festival CGM 2023

Pelarangan itu terjadi ketika DPRD hendak menggelar rapat APBD-P bersama pemerintah kota. Saat itu, Untung melihat banyak wartawan hendak meliput. Sebelum rapat dimulai, Untung bertanya “Apakah rapat ini digelar terbuka atau tertutup?”. Beberapa peserta rapat langsung menjawab, “tertutup”.

Mendengar jawaban itu, Untung langsung meminta wartawan yang sudah dari tadi menunggu disuruh keluar ruangan rapat. “Tolong kepada rekan-rekan wartawan untuk segera keluar, karena ini merupakan rapat tertutup,” pungkasnya. (Abdul Kadir Basalamah)