asdfAlfian Mujani

[email protected]

Perempuan yang satu ini begitu bersemangat menata lingkungan sekolah. Ia mengajak para guru di bidang IPA yang peduli lingkungan, menata ruang terbuka hijau sekolah dengan aneka tanaman, mulai dari pohon buah, pohon lindung, tanaman hias, hingga sayur-sayuran yang dikembangkan di kebun hidroponik.

Perempuan itu adalah Tri Pangestuti, M.Pd, Kepala SMPN 3 Citeureup, Kabupaten Bogor. ‘’Sekolah kami dulunya ada di tengah-tengah pesawahan. Tetapi mungkin karena alasan ekonomi, pesawahan itu sekarang berubah menjadi pabrik,’’ kata Tri saat membuka acara tanam pohon bersama Bogor Hejo-SKH Bogor Today, di halaman SMPN 3 Citeureup, Rabu (12/102016).

Tri sangat menyadari bahaya yang dihadapi para guru dan murih-muridnya yang setiap hari bersentuhan dengan polusi pabrik. Dia tampak risau dan mengaku tak ingin murid-muridnya terkena dampak negatif dari polusi pabrik seperti terserang penyakit Ispa (inpeksi saluran pernafasan atas), gatal-gatal pada kulit, dan gangguan penyakit lain akibat polusi.

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

Salah satu cara yang ditempu Tri dan para guru untuk menyelamatkan sekolah dari dampak negatif pabrik adalah melakukan penanaman pohon di setiap ruang terbuka yang masih kosong. Bahkan Tri juga mengembangkan tanaman rambat dan kebun hidroponik. ‘’Dari mulai gerbang depan sekolah hingga kebun belakang, kami tanami dengan pohon-pohon. Karena itu, kami bersyukur hari ini Surat Kabar Harian Bogor Today datang ke sekolah kami untuk melakukan penanaman pohon buah-buahan,’’ katanya.

Tri yang sudah menunggu kehadiran Tim Bogor Hejo-Bogor Today sejak sebulan lalu mengaku sangat termotivasi dengan gerakan menanam pohon setiap hari yang dilakukan Bogor Today. ‘’Gerakan menanam pohon oleh Bogor Today ini memberikan semangat baru bagi kami dan para murid di SMPN 3 Citeureup,’’ katanya.

Beruntung Tri memiliki Dwi Rahayu S.Pd, Wakil Kepala SMPN 3 Citeureup bidang Akademik yang juga memiliki semangat yang sama dalam menghijaukan lingkungan sekolah. Sebagai guru IPA, Dwi memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tanaman dan cara merawatnya. ‘’Bagian belakang gedung sekolah juga akan kami tanami pohon, mungkin akan ditanami pohon bambu agar menjadi pelindung dari polusi pabrik,’’ katanya.

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

Bukan hanya Dwi, hampir semua guru di SMPN 3 Citeureup ini memiliki semangat yang luar biasa dalam merawat lingkungan dan melakukan penanaman pohon. Bahkan para muridnya pun sangat antusias dalam melakukan penanaman. Semangat para murid ini sudah tampak pada saat Amalia Dian Puspitasari dan Tato Marsito melakukan edukasi lingkungan seblum acara penanaman dilakukan.

Seperti biasa Amel dan Tato membuat game berhadiah beras dari donatur Bogor Hejo. Acara ini sangat seru dan membuat para murid dan guru bergembira. Gerakan Bogor Hejo yang didukung Citrus Department Store dan BLH Kabupaten Bogor ini, kemarin menanam sejumlah pohon buah-buahan diantaranya pohon kemang, bisbul, rambutan, mangga, durian, jambu, dan jeruk.