alfian mujani 240SYEKH Ahnaf bin Qays yang beradab, lembut dan santun itu ditanya dari siapakah beliau belajar. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa guru memang menjadi pilar pembentukan akhlak. Sejak dulu hingga nanti, peran guru dalam membentukan akhlak akan tetap vital.

Apa jawaban Syekh Ahnaf bin Qays? “Aku belajar dari diriku sendiri. Jika aku tak suka orang lain melakukan sesuatu kepadaku, maka selamanya aku tidak akan melakukan hal sama kepada orang lain.” Inilah yang disebut belajar pada kehidupan. Ruang belajarnya bukan kelas saja melainkan juga alam sekitar secara keseluruhan.

Kisah di atas membuka cakrawala rasa dan pikir bahwa kita adalah bagian dari alam semesta yang mengikuti hukum alam atau sunnatullah. Siapa yang menabur bibit, dialah yang menuai. Siapa yang menyakiti, maka pada waktunya akan gantian disakiti. Siapa yang membahagiakan, pada saatnya akan dibahagiakan. Kalau begitu, masih adakah niatan untuk menyakiti? Seorang majikan yang sombong dan selalu menghina pembantunya, jatuh bankrut dan kini hidup dari belas kasihan bekas pembantuya yang berubah jadi kaya. Ingat, hidup selalu berputar…!