alfian mujani 240SEORANG yang merasa modern  berkata, “Aku sedang mengumpulkan harta sebanyak mungkin demi untuk membiayai ku nanti setelah harta itu terkumpul.” Orang itu sadar bahwa bekerja tanpa mengenal waktu itu akan membuatnya sakit. Karenanya dia juga sadar bahwa dia perlu biaya banyak kelak.

Sepertinya ada yang abnormal. Harusnya orang bekerja dengan mengukur waktu biar tidak sakit. Namun, katanya, bekerja tak mengenal waktu itu dipuji orang-orang sekitarnya. Kita juga sering hidup berdasarkan takaran orang lain. Orang lain berdecak kagum dengan semangat bekerja kita, sementara kita sendiri diam-diam bersahabat dengan tukang pijat setiap malam. Paradoks, bukan?

Pekerjaan yang paling melelahkan adalah berupaya membuat senang atau kagum semua orang. Karena hal itu tidaklah mungkin. Pasti ada saja orang yang tak senang di kala orang lain senang dengan apa yang kita kerjakan. Ada banyak yang menyatakan bahwa kunci kegagalan adalah berupaya menyenangkan semua orang dengan mengikuti semua pendapat dan keinginannya.  Yakinkanlah bahwa bekerja itu ada pada titik normal.