546015_620CIMANGGIS, TODAY—Setelah melakukan penyelidikan selama lima hari, akhirnya Polres Depok menangkap pelaku yang mengedarkan gas melon ukuran 3 Kg yang diduga dioplos air di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Dua orang pelaku ditangkap.

“Dua orang pelakunya sudah kami amankan dan masih dalam pemeriksaan intensif,” ujar Kapolres Depok Kombes Harry Kurniawan, Senin (17/10/2016).

Dua orang pelaku yang diamankan yakni Januar Ashari (24) dan Muhammad Irfanssivu (19). Keduanya tercatat sebagai warga Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Keduanya ditangkap Satreskrim Polres Depok pada Minggu (16/10/2016) malam.

“Keduanya dikenakan Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 62 ayat (1) huruf a UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” imbuh Harry.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Depok AKP Firdaus mengatakan, kedua tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Depok. “Tersangka Irfan bertugas menjual gas secara keliling menggunakan motor. Januar itu bosnya. Menurut keterangannya gas dieadrkan ke beberapa titik, diantaranya Jakarta, Depok dan Bogor,” ujar Firdaus.

Dari kedua tersangka, polisi menyita barang bukti 1 unit motor Yamaha Jupiter Z warna merah nopol B 6648 TJX, 50 buah tabung gas terdiri dari 48 tabung gas kosong dan 2 tabung berisi gas dan air, 1 buah keranjang angkut tabung gas, 1 buah pipa alat suntik tabung gas, 1 setel jas hujan warna merah marun, dan 1 unit handphone Nokia.

Baca Juga :  Empat Kendaraan Alami Kecelakaan Beruntun di Depan Masjid Raya Sumbar

Sebelumnya Polresta Depok menerima laporan dari seorang warga yang merasa resah dengan peredaran gas ukuran 3 kilogram yang diduga dioplos air. Warga resah karena gas yang baru dibeli tersebut hanya bertahan sampai 25 menit saja.

Maryani (67) mengaku bingung karena gas 3 kg tersebut sudah habis, padahal baru sebentar digunakan. “Pernah beberapa bulan lalu saya beli gas ijo (3 kg), tapi buat berapa kali masak udah mati, pas dikocok ada bunyi air,” jelasnya di Pasar Pal, Depok.

Maryani juga mengaku awalnya tidak menaruh curiga pada gas tersebut, kejanggalannya hanya saat gas sudah habis dan terdengar suara air. Sayangnya, dia tidak tahu dimana gas tersebut dibeli, karena yang membeli adalah cucunya. “Cucu saya yang beli, saya nggak tahu di mana. Ya udah saya tuker saja di warung dekat rumah. Rugi sih mas sebenarnya,” ungkapnya.

Senada dengan Maryani, Lilis (32), seorang pengusaha warung kopi di Jl Akses UI pernah juga menjadi korban gas oplosan. “Pernah mau beli di tukang gas keliling, pas diangkat ada bunyi air. Lah saya kan bingung, terus karna saya nggak ngerti ya udah pasang aja, besoknya udah abis,” kata Maryani.

Baca Juga :  Resep Masakan Mie Ayam Kuah Pedas Gurih Menyengat

Dia mengira gas tersebut hanya kemasukan air, sehingga dia tidak melapor ke siapapun. Hingga saat ini, dia mengaku belum pernah lagi mendapatkan gas oplosan air tersebut. “Ya konyol mas. Ada aja akalnya orang jahat sekarang ya,” ujar Maryani.

Maryani berharap polisi dan pemerintah tidak membiarkan saja.  “Ya polisi sama pemerintah jangan biarin aja gitu. Ini gas kan dari pemerintah, masa bisa ada yang masukin air,” ungkapnya lagi.

“Ada 10 tabung gas yang kami sita dari 3 agen, itu sudah kita periksa secara fisik saja. Ada keanehan, salah satunya kalau dikocok itu seperti ada bunyi air di dalamnya,” ujar Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus.

Kendati ada dugaan dioplos dengan air, namun menurut warga ke polisi, gas tersebut masih bisa menyala walaupun tidak lama seperi gas pada umumnya. “Menurut warga menyala, tapi tidak lama. Menyala cuma sekitar 25 menitan saja, setelah itu mati,” tandasnya.(Yuska Apitya)