lpgBOGOR, TODAY—Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar praktik ilegal pengoplosan gas subsidi ukuran 3 Kilogram di tengah hutan karet di kawasan Rumpin, Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut, polisi menemukan puluhan orang yang sedang melakukan kegiatan penyuntikan gas secara ilegal. “Ada 24 orang yang kami amankan di lokasi,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, kemarin.

Hendy mengatakan, dari 24 orang itu terdiri dari pengelola, ‘dokter’ yang melakukan penyuntikan gas dan petugas lapangan serta dua orang sopir ekspedisi.

Sementara itu, polisi juga mengamankan ratusan tabung gas ukuran 12 Kg dan 3 Kg serta sejumlah tabung gas ukuran 50 Kg. Terbongkarnya pengoplosan tabung gas tersebut merupakan pengembangan pihak Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait penangkapan komplotan pelaku perampokan sopir truk sepatu Adidas.

Baca Juga :  Resep Masakan Makaroni Tumis Ayam

Dari hasil pemeriksaan sopir truk ekspedisi, polisi mendapatkan informasi bahwa pernah mengantarkan tabung gas ke lokasi dengan menggunakan mobil pikap dan truk kecil. Diketahui, salah satu dari 5 pelaku perampokan truk yang ditangkap adalah mantan sopir truk ekspedisi. “Sopir truk ekspedisi ini kami jadikan saksi. Karena dari informasi mereka, kita ketahui adanya praktik ilegal pengoplosan gas di sini,” katanya.

Meski kemudian menemukan adanya pengoplosan gas di lokasi, namun Hendy memastikan pencarin barang bukti ribuan sepatu Adidas yang dijual komplotan perampok ke penadah masih terus dilakukan. “Yang pencarian sepatu Adidas tetap kita cari. Lah ini ada tindak pidana di depan mata masa kami biarkan, ya sekalian saja kami bongkar juga. Kan ini juga meresahkan,” lanjut Hendy.

Baca Juga :  Petakan Masalah Pelayanan Masyarakat, Komisi IV Rapat Terbuka Dengan Kasi Kemas se-Kota Bogor

Hendy menjelaskan para pelaku mengisi tabung gas ukuran 12 Kg dari gas bersubsidi ukuran 3 Kg dengan mengurangi kadar gasnya. Setelah itu, para pelaku menyuntiknya dengan air agar tabung lebih berat. “Sehingga berat tabungnya seperti gas baru, padahal isi gasnya tidak sampai 12 Kg,” imbuhnya.

Menurut pengakuan para pelaku, gas oplosan air itu sudah dipasarkan ke wilayah Depok, Tangerang, Bogor dan sebagian Jakarta. “Ngakunya baru 3 bulan beroperasi, tetapi masih kami selidiki,” imbuh Hendy. (Yuska Apitya)