img-20151127-wa0012BOGOR, TODAY-Pasangan suami istri ini, Cecep dan Desi mengawali usahanya pada tahun 2.000. Dimulai dengan menjual roti manis.  Dibantu sang anak, roti manis dipasarkan ke kantin sekolah.

Namun usahanya sempat vakum, karena sang anak sudah besar dan ingin fokus bekerja. Usaha ini dilanjutkan lagi pada tahun 2002, Cecep dan Desi mengubah usahanya menjadi roti gambang.

Dengan inovasi yang dilakukan Cecep dan Desi, roti gambang tersebut memiliki dua rasa yaitu, original dan keju. Respon yang didapatpun sangat baik, makanan khas Bogor yang dimodifikasi ini mendapatkan pujian dari banyak kalangan.

Cecep dan Desi bercerita, awalnya proses produksi yang dilakukan hanya secara sesempatnya saja. Jika ada pemesan, roti gambangpun baru dibuat. ‘’Namun hal tersebut justru menjadi sebuah ide untuk brand, Sa’arina yang berartikan sesempatnya,’’ kata mereka, kemarin.

Sa’arina sediri memimilik keunikanBentuknya lebih kecil dan berisi keju. Satu boxnya berisi 15 pcs. Pada umumnya roti gambang tidak memiliki isian dan bentuknya jauh lebih besar, sehingga Cecep dan Desipun, mengklaim, bahwa dengan berinovasi—bentuk lebih kecil dan berisi keju—dengan kemasan box yang sangat menarik serta harga yang terjangkau sekitar Rp 25-27 ribu, anak mudapun dapat menggemari produk dari Sa’arina ini.

Cecep mengungkapkan, usaha roti gambangnya pernah dikunjungi oleh Ratu Maxima dari Belanda. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri dimana produknya pernah dicicipi oleh Ratu Maxima. ‘’Hasil penjualanpun meningkat drastis dan orang sudah banyak mengenal produk dari Sa’arina,’’ kata dia.

Namun sebelum memiliki pelanggan banyak, Cecep dan Desi pernah mengalami kesulitan dalam pemasaran. Dia mencoba mulai berdagang online hingga memasarkanya secara personal. Namun kegigihan Cecep dan Desi berbuah hasil yang sangat baik. Mereka juga rajin mengikuti pelatihan khusus untuk usahawan. Sehaingga dari kegiatan tersebut Cecep dan Desi mendapatakan peluang untuk bermitra dengan toko-toko besar di Bogor, bahkan produknya sudah dikenal hingga Medan, Papua, Sulawesi, dan Jawa.

‘’Kami menggunakan bahan yang berkualitas serta dengan proses pembuatan yang sangat higienis. Kami  ingin menyetuskan suatu produk baru yang belum pernah terpikirkan orang lain,’’ urainya.

Cecep dan Desi berencana membuat toko khusus untuk menjual produk dari Sa’arina  dan mengembangkan usahanya hingga pasar internasional. Mereka optimis usahanya akan mampu bersaing di pasar yang penuh persaingan hebat. (Tri Sumantri Maha Putra)