demo-ahokBOGOR, TODAY- Ribuan massa dari MUI Kota Bogor dan beberapa organisasi masa (Ormas) Islam seperti FPI, Garis, Pemuda Bulan Bintang, Muhammadiyah, Persis, Annas Getol dan ormas lainnya melakukan longmarch yang dimulai dari Masjid Raya Bogor dan diakhiri di Balaikota Bogor pada Kamis (27/10/2016).

Aksi ini sebagai bentuk dukungan MUI Bogor terhadap pernyataan MUI Pusat atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu, agar segera diproses hukum.

Ketua MUI Kota Bogor, KH Adam Ibrahim mengatakan, aksi demo dilakukan untuk menyampaikan pernyataan sikap MUI Kota Bogor dan Umat Islam Bogor sekaligus menyerahkan pernyataan MUI Kota Bogor kepada Walikota Bogor untuk segera disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Kami menyadari dengan sepenuhnya sesuai dengan pernyataan sikap keagamaan MUI, oleh karena itu kami mendukung sepenuhnya apa yang sudah dilakukan MUI Pusat,” kata KH Adam Ibrahim kepada BOGOR TODAY Kamis (27/10/2016).

Ia juga mendesak para penegak hukum dalam hal ini Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti laporan dari berbagai elemen masyarakat terkait dugaan penistaan agama tersebut. “Kami berharap dan meminta kepada aparat penegak hukum agar kasus ini ditindaklanjuti dan segera diadili, tidak boleh membedakan mana yang namanya rakyat dan pejabat,” tegasnya.

Menurutnya, umat Islam di Bogor tidak akan berhenti meneruskan perjuangan dalam mengawal kasus dugaan penistaan agama tersebut. “Ini juga merupakan persiapan untuk demonstrasi yang lebih besar pada Jumat, 4 November 2016,” pungkasnya.

Ribuan massa menggunakan pakaian berwarna putih dan membawa berbagai atribut seperti bendera dan spanduk serta melakukan orasi agar Ahok segera diproses secara hukum. Surat pernyataan yang diberikan oleh MUI Kota Bogor diterima oleh Wakil Walkota Bogor Usmar Hariman yang mewakili Walikota Bogor Bima Arya.

Baca Juga :  Nahas, Tertabrak KA Parcel Barang di Perlintasan Rel, Pasutri di Malang Tewas

Usmar menerangkan, Walikota Bogor tidak dapat menemui ribuan massa karena tengah menjalankan tugas kedinasan di Liverpool, Inggris. “Kami sangat berterima kasih kepada Ormas Islam se-Bogor yang telah bersatu menyampaikan aspirasinya dengan tertib,” tuturnya di depan ribuan massa Balaikota Bogor, kemarin.

Ia juga berjanji akan segera menyampaikan surat pernyataan dari MUI Kota Bogor kepada Walikota Bogor agar diteruskan kepada Presiden RI. “Pernyataan ini akan kami sampaikan,” kata Usmar.

Setelah surat pernyataan dari MUI Kota Bogor diterima Pemkot Bogor, massa melakukan shalat dzuhur bersama di Masjid At’Taqwa, Balaikota Bogor dan membubarkan diri sekaligus menyudahi aksi unjuk rasa.

Tidak ada kericuhan dan keributan yang terjadi akibat aksi unjuk rasa in. Namun beberapa ruas jalan sempat macet parah seperti di seputar Jalan Kebun Raya Bogor.

Sementara terkait kasus ini, Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI akan memanggil sejumlah ahli terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Minggu ini, kami akan periksa orang yang punya kapasitas bahasa, kemudian ahli agama dan ahli pidana,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Agus Andrianto, kemarin.

Saksi-saksi itu, ucap dia, akan melengkapi sejumlah saksi lain yang sebelumnya telah diperiksa. Ada sekitar sebelas orang yang sudah diperiksa, termasuk Ahok, dalam kasus ini. Agus menuturkan saat ini pihaknya masih dalam tahap penyelidikan terhadap kasus ini.

Ahok sendiri sudah mendatangi Bareskrim untuk diperiksa. Ahok mengaku datang atas kemauan sendiri untuk mengklarifikasi tuduhan yang selama ini menimpanya.

Baca Juga :  Diduga Hendak Tawuran, 5 Remaja Dipadang Ditangkap

Dalam pemeriksaan yang berjalan hampir dua setengah jam itu, Ahok menjelaskan maksud perkataannya dalam pidato di Kepulauan Seribu.”Itu beliau menyampaikan dalam kegiatan yang seperti ini. Beliau jelaskan semua. Kemudian dengan video potongan, apakah ini ada pengeditan, adakah yang menyisipkan, ternyata beliau bilang tidak ada. Itu memang durasi pendek yang dipotong, kemudian durasi panjangnya beliau sampaikan,” ucapnya.

Setelah Ahok mengklarifikasi, ujar Agus, polisi akan melakukan gelar perkara terkait dengan kasus ini. “Akan kami gelar, apakah ini pidana atau bukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ahok dilaporkan telah melecehkan salah satu ayat Al-Quran, yakni Surat Al-Maidah ayat 51. Ayat itu disebut Ahok dalam sambutan saat beramah-tamah dengan warga Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Ahok juga mengaku dirinya diwarning keras oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) dan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. “Biasalah, sampaikan mau cuti,” ujarnya.

Ahok mengatakan dalam pertemuan tersebut, JK menitipkan pesan kepada dirinya jelang masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. “Pesannya sama lagi, jangan banyak ngomong. Maksudnya jangan banyak omong, lu pancing-pancing jangan banyak omong gitu lho ya,” katanya.

Sebelumnya, Ahok juga pernah bertandang ke Istana Presiden untuk bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Seperti diketahui, Ahok dan Djarot akan cuti selama empat bulan dari jabatan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta untuk mengikuti kampanye Pilkada.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kemudian melantik Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta. (Abdul Kadir Basalamah|Yuska)