foto-berita-1-22

BOGOR TODAY – Kota Bogor salah satu tempat yang ramai dikunjungi wisatawan terlebih saaat libur panjang. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus kerja ekstra mengingat banyak anjal dan gepeng di kota tersebut, yang memberi kesan kumuh terhadap Kota Bogor.

Kepala Bidang Trantib dan Linmas Satpol PP Kota Bogor, Tri Ongko Wibowo menugaskan anak buahnya untuk menertibkan anjal dan gepeng yang berkeliaran di kota hujan. “Penertiban ini tujuannya untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat terutama para wisatawan,” kata Tri Ongko.

Selama ini, lanjut dia, banyak laporan yang kurang baik dari masyarakat, karena gepeng dan anjal di tanah Pasundan menggunakan fasilitas umum seperti, halte bus dijadikan tempat beristirahat para gepeng. “Untuk itu, kami rajin melakukan razia kepada anjal dan gepeng,” terangnya.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Pemkot Bogor Melakukan Maladministrasi, Kabag Hukum dan HAM Setdakot Angkat Bicara

Tidak hanya anjal dan gepeng yang menjadi sasaran penegak Perda itu. pedagang kaki lima (PKL) pun tak luput dari garukan Satpol PP, karena telah menggunakan bahu jalan untuk berjualan. “Kegiatan ini selalu rutin dilakukan Satpol PP untuk membrantas para pedagang kaki lima yang menggunakan bahu jalan, sebagai tempat berdagang dan juga menciduk seluruh para gepeng yang terlihat pada area kawasan Kota Bogor,” jelasnya.

Setiap harinya, gepeng dan anjal di Kota Bogor jumlahnya terus mengalami peningkatan. Banyak gepeng yang sebelumnya pernah dirazia dan diserahkan ke Dinas Sosial, namun kembali kejalan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor : Peringatan HPN 2023 Harus Menyatukan Wartawan

“Apalagi yang tertangkap justru pernah ditangkap oleh pihak kami dan diserahkan kepada dinas terkait, namun kembali ke jalan. Bisa dibilang mereka pemain lama yang biasa beroprasi di Kota Bogor,” katanya.

Beberapa titik yang menjadi tempat berekumpulnya gepeng dan anjal yakni, area Kebun Raya, Jalan Sempur hingga Jalan Pajajaran. Penertiban selalu dilakukan dengan tegas dan selalu memantau seluruh area yang menjadi tempat mangkal gepeng.

“Seharusnya seluruh pihak terkait bisa berkolaborasi untuk mengatasi semuanya secara bersamaan, apalagi Kota Bogor sudah menjadi destinasi kunjungan para wisata lokal maupun mancanegara,” tandasnya (Tri Sumantri Maha Putra)