gerindra-foto-NETJAKARTA TODAY-
Dewan Perwakilan Cabang Kota Bogor (DPC) Partai Gerindra = sudah menyiapkan tujuh bakal calon yang akan diajukan kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor pada 2018 mendatang.

        Ketua Fraksi Gerindra, Jenal Mutaqin mengatakan munculnya ke tujuh bakal calon tersebut sudah dibahas saat rapat pleno DPC beberapa waktu lalu.

        “Hasil sementara satu minggu yang lalu pada rapat pleno di DPC sudah mengerucut Ada tujuh yang akan diajukan, 6 anggota dewan 1 sekjen DPC,” ujarnya di Kantor DPRD Kota Bogor, Selasa (17/1/2017).

        Jenal menambahkan munculnya ketujuh nama tersebut karena arahan dari partai sendiri setiap kader terbaik harus berani maju.

Baca Juga :  Pengamanan Bogor Street Fest CGM 2023, 1.014 Personel Gabungan Diturunkan

        Menurutnya Kader terbaik dari anggota dewan sudah mewakili suara mayarakat. “Kader terbaik di dewan bekerja mengabdi kepada mazyarakat, kemudian loyalitas dan dedikasi kepada partai pun sudah kita berikan, sebagai kader harus siap dan berani untuk maju,” tuturnya.

        Namun, dari ke tujuh bakal calon tersebut belum dipastikan siapa yang akan maju pada Pilwalkot 2018. Karena menurutnya keputusan tetap berada pada keputusan DPP Partai Gerindra.

        Persiapan yang dilakukan partai Gerindra bukan hanya pada bakal calon, namun nantinya Gerindra akan melakukan komunikasi politik untuk memenuhi jumlah kursi sebagai syarat untuk maju di Pilwalkot 2018 mendatang.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Pemkot Bogor Melakukan Maladministrasi, Kabag Hukum dan HAM Setdakot Angkat Bicara

        “Pada pilwalkot 2018 koalisi menjadi sarat mutlak, jadi nantinya akan ada komunikasi politik untuk menyamakan misi yaitu bisa melakukan perubahan yang nyata untuk program prioritas di Kota Bogor,” ujarnya.

        Jenal menambahkan Gerindra ingin fokus terhadap program prioritas, diantaranya adalah menurunkan angka kemiskinan. “jadi nantinya sisi kemiskinan itu akan di maping, berapa jumlah kemiskinan, berapa investasi yang masuk, karena menurut saya investasi yang besar harusnya bisa menurunkan angka kemiskinan,” tuturnya.(Yuska Apitya)