Terminal Parung Gagal Dibangun

“Lahan untuk terminal sudah kami bebaskan, bahkan lokasinya telah diratakan. Luas arealnya mencapai 2,2 hektar. Nantinya akan kami fungsikan untuk terminal tipe B yang akan menampung bus AKDP maupun AKAP,” tutur Dudi.

Camat Parung, Daswara Sulanjana mengaku, kerap ditanya warga, soal pembangunan Terminal Parung, karena sejak lahan dibebaskan sampai sekarang belum ada tanda-tanda kapan terminal dibangun. “Kalau mau jujur, saya terkadang malu kepada warga, ibarat syair lagu koesplus, tak lagi jawaban apa yang harus kuberi,” tutupnya.

BACA JUGA :  Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Dinas SDA DKI Sebut Dipicu Saluran Penghubung Lama

Gagalnya pembangunan Terminal Parung pada tahun 2017 ini disesalkan warga setempat, satu diantaranya Aning. “Jujur kami kecewa, padahal Terminal Parung ini kebutuhan mendesak, tapi kenapa, untuk membebaskan lahan saja para pengambil kebijakan di Pemerintahan Kabupaten Bogor tidak mengalokasikan anggaran di APBD 2017 ini,” sesalnya.

BACA JUGA :  Bogor Nanjeur, Harapan HJB Ke-544 untuk Kota Bogor yang Lebih Maju

Aning mengungkapkan, akibat ketiadaan terminal, arus lalu lintas di Parung, utamanya di persimpangan menuju Depok dan Tangerang semerawut dan tak pernah bebas dari masalah kemacetan. “Ini disebabkan banyak angkutan kota yang melayani rute ke Depok, Bogor, Ciputat yang ngetem dibahu jalan,” ungkapnya. (Iman R Hakim)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================