CIBINONG TODAY – Wilayah utara Kabupaten Bogor belum menjadi skala prioritas pembangunan. Salah satu bukti, pembangunan terminal Parung yang rencananya dibangun di 2017 ini, rupanya tidak direalisasikan, karena para petinggi di Bumi Tegar Beriman, tidak mengalokasikan anggaran pembebasan lahan yang difungsikan untuk pintu masuk dan keluar kendaraan.

“Sepertinya tahun 2017 ini, pembangunan Terminal Parung tidak ada, karena anggaran untuk pembebasan lahan tidak dialokasikan di APBD,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Bogor, Yani Hasan.

Baca Juga :  Dukung Kegiatan Gemapatas 2023, Pemkab Bogor Lakukan Pencanangan Di Dua Lokasi

Yani – sapaan akrabnya mengatakan, anggaran untuk membebaskan lahan jalan akan dialokasikan di tahun 2018 menatang. “Kalau pembangunan fisik terminal ada di Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang hanya urusan jalannya saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penjualan Senajata Api Inggris Kepada Arab Saudi Memicu Aksi

Kepala Bidang Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dudi Rukmayadi sebelum pernah mengatakan, pembangunan Terminal Parung, yang berlokasi di Jalan H. Mawi, Desa Parung, Kecamatan Parung, terkendala pembebasan lahan untuk jalan masuk dan keluar terminal.