Warga pun harus mengeluarkan dana kurang lebih Rp 20 juta untuk mlester, membangun kamar mandi dalan dapur jika ingin menghuni rumah bantuan dari pemerintah tersebut. “Makanya masih banyak rumah yang kosong, karena warga belum membangun dapur dan kamar mandi. Padahal, tidak semua warga korban longsor punya uang,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Cigudeg Acep Sajidin membenarkan tidak adanya kamar mandi di rumah relokasi. “Benar memang dalam pembangunan rumah relokasi tidak disediakan kamar mandi, karena terbatasan anggaran. Namun, kami mempersilahkan kepada warga yang ingin mempercantik rumahnya seltelah serah terima,” kata Camat.

Baca Juga :  Pengurus MWC NU Cigombong Masa Bakti 2023-2028 Resmi Dilantik

Untuk sementara, lanjut Acep, agar masyarakat korban longsor di Kampung Panggeleseran menempati rumah hunian tetap di kampung baru, pihak kecamatan akan membangun MCK agar warga menempari rumah relokasi yang baru saja dibangun. “Untuk sementara, kami akan bangun MCK untuk kebutuhan masyarakat, sampai penghuni memiliki kamar mandi masing – masing,” ungkap Acep.

Baca Juga :  Memperkuat Mesin Partai, Golkar Kota Bogor Lakukan Pendidikan Politik Fungsionaris

Pantauan di lokasi, beberapa fasilitas pun belum ada rumah relokasi, selain dapur dan akamar mandi di setiap rumah, listrik pun belum terpasang. “Untuk listrikkami sudah koordinasi dengan pihak PLN, kemungkinan bulan Januari ini akan dipasang. Selain listrik, kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk dilakukan pengukuran untuk pembuatan sertifikat tanah dan bangunan,” tandasnya. (Iman R Hakim)

Halaman:
« 1 2 » Semua