foto-berita-hl-1

APARATUR sipil negara (ASN) di Kemenag Kabupaten Bogor harus melek teknologi, untuk memudahkan segala pelayanan dan menghindari praktek pungutan liar (Pungli) dan hal – hal lain yang merugikan.

Iman R Hakim

[email protected]

BupatiBogor, Nurhyanti tak ingin ada kesalahan sedikit pun yang dilakukan bawahannya dalam melayani masyarakat. Untuk itu, seluruh ASN harus melek teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk kepentingan pelayanan terhadap masyarakat, tak terkecuali Kemenag Kabupaten Bogor.

“ASN Kemenag harus pandai memanfaatkan teknologi informasi. Sehingga segala proses perizinan, beasiswaa, hingga bantuan sosial dilakukan secara online, simple, mudah, pasti dan bebas pungli,” kata Nurhayanti saat peringatan hari amal bakti, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, rencana program baru juga akan terus ditingkatkan sebagai respon atas situasi dan dinamika terkini terkait kehidupan beragama dalam masyarakat era digital.

Baca Juga :  Ratusan Warga Ciawi Terima BST

“Saya tegaskan, peringatan ini hendaknya dijadikan sarana dalam menjaga marwah kementerian yang kita cintai, sebagai organisasi yang sarat dengan nilai, kultur, dan tradisi baik,” tegas Yanti – sapaan akrabnya.

Bersih melayani menjadi tema peringatan hari amal bakti Kemenag ke-71 yang bertujuan, menjadi pelayan masyarakat yang benar-benar bersih tanpa menyisakan sedikit noda, melalui peringatan HAB tersebut Kemenag bisa lebih dekat melayani umat.

“Kita harus lebih peka mendeteksi aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Lebih sigap menyelesaikan masalah dan lebih cekatan memenuhi kebutuhan umat,” tutur mantan Sekda Kabupaten Bogor itu.

Baca Juga :  Diangkat Jadi Kadisbudpar Deni Ziarah ke Makam Bupati Ketiga Kabupaten Bogor

Peringatan hari amal bakti Kementerian Agama ke-71 2017, dipimpin langsung Bupati Bogor, Nurhayanti. Hal itu dilakukan untuk memperkuat komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementarian Agama dalam meningkatkan pelayan masyarakat serta pengayom semua umat beragama.

Nurhayanti berpesan, kegiatan tersebut menjadi sarana pengembangan wawasan dan keterampilan serta kesigapan dalam melayani dan mengayomi umat beragama bagi seluruh jajaran ASN Kementerian Agama. Terlebih ditengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi.

”Kita sebagai pelayan masyarakat harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok,” tandasnya. (*)