BOGOR TODAY- Rektor Universitas Pakuan (Unpak) Bogor Bibin Rubini kembali mewisuda 609 lulusannya pada wisuda gelombang I di Gedung Braja Mustika, Jalan Dr Semeru Kota Bogor, Rabu (22/02/17).

Mereka yang berasal dari Program Pascasarjana S3 2 orang, S2 41 orang, Fakultas Hukum 26 orang, Fakultas Ekonomi S1 98 orang, Fakultas Ekonomi D3 2 orang, FKIP 190 orang, FISIB 57 orang, Fakultas Teknik 26 orang, Fakultas MIPA S1 164 orang, serta Fakultas MIPA D3 3 orang.

Dalam sambutannya, Bibin menerangkan, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang lahir dari kemajemukan. Menurut data BPS, terdapat 1.158 bahasa daerah, 1.128 suku, beragam sosial, etnis, budaya, dan agama. Kesadaran tentang kemajemukan sudah muncul sejak Republik Indonesia terbentuk dan digunakan oleh pendiri bangsa untuk mendesain kebudayaan bangsa Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah merupakan hasil penggalian panjang para  founding fathers, dan didasarkan atas pertimbangan pluralitas masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  DPRD Kawal Musrenbang Kecamatan Kota Bogor, Targetkan RPJMD Kota Bogor Rampung di 2024

“Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang terdapat pada lambang negara merupakan karya besar yang tak ternilai yang dapat mempersatukan bangsa yang majemuk ini,” ujarnya.

Bibin melanjutkan, kebhinekaan yang mempersatukan bangsa ini tengah dalam ujian dan badai yang berat. Atas nama demokrasi, rakyat boleh bicara sebebas-bebasnya sehingga sulit membedakan antara fakta dan hoax. Kini, disadari atau tidak, betapa rapuhnya kebhinnekaan. Kebhinnekaan yang sejatinya merupakan modal sosial dan politik negeri ini sekarang terkoyak oleh syahwat politik kekuasaan sekelompok manusia.

“Mencermati dinamika sosial dan politik yang berkembang di masyarakat baik melalui tayangan media elektronik maupun media cetak, beberapa minggu terakhir ini sungguh sangat memprihatinkan. Catatan aksi yang melukai kebhinnekaan cukup masif,” paparnya.

Baca Juga :  Melihat Dari Dekat GOM Manunggal

Fakta-fakta kekerasan atas nama ideologi yang terjadi saat ini, kata Bibin, tanpa disadari telah meruntuhkan nilai-nilai kebhinnekaan yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Bangsa ini masih perlu kerja keras dalam membangun nasionalisme dan toleransi dalam kebhinnekaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan benteng kokoh yang merekatkan kerukunan dan pemersatu bangsa Indonesia. Jangan sampai nilai-nilai Pancasila tergerus, bahkan hilang dari aspek kehidupan bangsa Indonesia karena pengaruh ideologi yang tidak sesuai dengan peri kehidupan masyarakat.