BOGOR TODAY- Nasib peternak ayam mandiri atau yang biasa disebut peternak rakyat saat ini terbilang memperihatinkan. Harga ayam hidup (live bird) yang jatuh hingga Rp 11.000/kg di kandang, membuat kelangsungan usaha mereka cukup terpukul.

Sekretaris Direktorat Perdangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indrasari Wisnu, mengungkapkan penyebab gejolak harga daging ayam yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini karena permainan broker alias pedagang perantara.

Baca Juga :  Bank Pembiayaan AS, Mulai Mengurangi Kredit Kendaraan

“Karena masih ada yang main-main di tengah, ada broker dan pedagang pangkalan, baru sampai ke pedagang (pasar). Ini dugaan kita ada yang bermain di tengah, kenapa harga bisa turun jatuh, kemudian naik tinggi,” kata Wisnu di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Baca Juga :  SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis

Menurut dia, Kemendag sendiri masih mancari solusi bagaimana memecahkan masalah lonjakan harga yang terjadi di tengah ini. Selain itu, broker juga berperan membuat disparitas yang tinggi antara harga ayam hidup di kandang, dengan daging ayam di tingkat pedagang pasar.