JAKARTA TODAY- PT Pertamina (Persero) terus mematangkan pembangunan kilang minyak atau Grass Root Refinery (GRR) di Bontang, Kalimantan Timur. Kilang Bontang ini akan dibangun di atas lahan milik negara seluas 450 hektar dan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada tahun 2023.

Dalam Project Expose GRR Bontang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Pertamina secara resmi memulai tawaran kepada investor yang berminat pada proyek bernilai US$ 8-10 miliar ini.

Direktur Megaproyek, Kilang, dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, mengungkapkan proyek GRR Bontang ini sangat menarik untuk investor dari sisi keuntungan lantaran jaminan pembeli dari Pertamina sendiri, serta potensi ekspor dari produk solar serta produk petrokimia.

Baca Juga :  Siap-siap AS Bakal Kena Resesi di Tahun 2023 Ini

“Pembangunan kilang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dari 1 juta barel per hari menjadi 2 juta barel per hari. Salah satunya dengan kilang Bontang ini. Di mana Pertamina melaksanakan mandat dari Presiden untuk pembangunan kilang Bontang sekaligus mencari investornya,” kata Hardadi.

Dalam project expose tersebut, hadir 39 calon investor strategis yang hadir dalam acara ini antara lain perusahaan-perusahaan migas, bank dan lembaga pembiayaan, trader minyak, dan lainnya. Yang jelas, ada 95 calon investor telah tertarik menggarap proyek Kilang Bontang.

Baca Juga :  Realme 10 Pro 5G Edisi Coca-cola Bakal Launching Bulan Ini, Berikut Spesifikasinya

Selain jaminan pembelian, beberapa hal yang ditawarkan Pertamina antara lain tanah yang sudah tersedia dengan lokasi yang sangat strategis, dan infrastruktur yang telah tersedia yakni pembangkit, bandara, permukiman, dermaga, dan lainnya.