Pertamina Tawarkan Proyek Kilang Baru, Siapa Minat?

Employees of Indonesia's state-owned oil company Pertamina walk through the main storage depot in Makassar, South Sulawesi province March 25, 2013. Indonesia's government is again trying to confront runaway fuel subsidy costs that now account for more than 30 percent of state spending and are draining funds that should be going for much-needed infrastructure in Southeast Asia's largest economy. President Susilo Bambang Yudhoyono's administration could announce this week new measures to restrict use of subsidised fuel. But with elections looming next year, and memories fresh of violent protests over fuel-price rises in 2005 and 2008, he is expected to bow to the populist wishes of voters and not scrap subsidies. REUTERS/Yusuf Ahmad (INDONESIA - Tags: ENERGY POLITICS)

JAKARTA TODAY- PT Pertamina (Persero) terus mematangkan pembangunan kilang minyak atau Grass Root Refinery (GRR) di Bontang, Kalimantan Timur. Kilang Bontang ini akan dibangun di atas lahan milik negara seluas 450 hektar dan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada tahun 2023.

Dalam Project Expose GRR Bontang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Pertamina secara resmi memulai tawaran kepada investor yang berminat pada proyek bernilai US$ 8-10 miliar ini.

Direktur Megaproyek, Kilang, dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, mengungkapkan proyek GRR Bontang ini sangat menarik untuk investor dari sisi keuntungan lantaran jaminan pembeli dari Pertamina sendiri, serta potensi ekspor dari produk solar serta produk petrokimia.

BACA JUGA :  Toyota Luncurkan Hilux D-Cab EV di Indonesia, Pikap Listrik Dibanderol Rp1,019 Miliar

“Pembangunan kilang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dari 1 juta barel per hari menjadi 2 juta barel per hari. Salah satunya dengan kilang Bontang ini. Di mana Pertamina melaksanakan mandat dari Presiden untuk pembangunan kilang Bontang sekaligus mencari investornya,” kata Hardadi.

Dalam project expose tersebut, hadir 39 calon investor strategis yang hadir dalam acara ini antara lain perusahaan-perusahaan migas, bank dan lembaga pembiayaan, trader minyak, dan lainnya. Yang jelas, ada 95 calon investor telah tertarik menggarap proyek Kilang Bontang.

BACA JUGA :  Toyota Luncurkan Hilux D-Cab EV di Indonesia, Pikap Listrik Dibanderol Rp1,019 Miliar

Selain jaminan pembelian, beberapa hal yang ditawarkan Pertamina antara lain tanah yang sudah tersedia dengan lokasi yang sangat strategis, dan infrastruktur yang telah tersedia yakni pembangkit, bandara, permukiman, dermaga, dan lainnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================