Perry menambahkan, ancaman terjadinya capital outflow atau keluarnya modal asing dari Indonesia bisa diredam. Selain itu, risiko nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga semakin kecil karena fundamental ekonomi Indonesia yang positif.

“Aliran modal asing pasca The Fed enggak terlalu besar. Pasar valas kita supply demand sudah bagus, jadinya nilai tukar lebih stabil,” ujar Perry.

Baca Juga :  Fusion Makanan Jepang Ramah Kantong, Ryu Japanese Resmi Dibuka di Kota Bogor,

Jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak yang cukup mengkhawatirkan, maka BI tidak segan untuk melakukan intervensi ke pasar uang.

“BI juga tidak terlalu banyak melakukan intervensi, tetapi kalau ada kejutan BI akan selalu siap masuk ke pasar untuk stabilitas nilai tukar rupiah,” tutup Perry.(Yuska Apitya/dtk)

Halaman:
« 1 2 » Semua